0
Thumbs Up
Thumbs Down

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

Republika Online
Republika Online - Thu, 03 Jun 2021 19:12
Dilihat: 36
ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

JAKARTA -- Pemerhati imunisasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Julitasari Sundoro, menepis informasi palsu terkait risiko kematian penerima vaksin Covid-19. Yaitu aan meninggal pada dua tahun usai menerima suntikan.

"Sekarang penelitian di dunia itu belum sampai dua tahun. Jadi kita tidak tahu yang menyebabkan akan meninggal dua tahun itu hanya Tuhan yang tahu," katanya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis Siang bertajuk "Hindari Hoax Seputar Vaksinasi" yang dipantau di Jakarta, Kamis (3/6).

Julitasari mengatakan tujuan memberikan vaksin supaya terbentuk imunitas pada tubuh seseorang, sebagai proteksi terhadap penyakit Covid-19. Harapannya, kata Julitasari, akan timbul antibodi pada tubuh seseorang yang menerima vaksin untuk melawan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Meskipun kita tidak tahu 100 persen (kemanjuran), tetap harus memakai protokol kesehatan," katanya.

Pada akhir Mei 2021 beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp dengan narasi bahwa seseorang yang menerima suntikan vaksin Covid-19 akan meninggal pada dua tahun kemudian. Dalam pesan itu juga tercantum salah satu nama mantan peneliti vaksin Pfizer yang menyatakan selepas suntikan vaksin pertama terdapat sejumlah 0,8 persen akan mati dalam masa dua pekan.

"Mereka akan mampu bertahan hidup sekitar dua tahun, namun kemampuan tersebut dikurangi dengan penambahan top-up suntikan vaksin sebab menyebabkan kemerosotan fungsi organ tertentu dalam badan manusia, termasuk jantung, paru-paru dan otak," demikian salah satu poin dari isi pesan tersebut.

Perempuan yang menjabat sebagai sekretaris ITAGI itu memastikan bahwa pesan tersebut merupakan kabar bohong. Sebab penelitian vaksin di dunia hingga saat ini belum ada yang tuntas 100 persen.


"Semua vaksin akan diuji dalam waktu 2 bulan setelah vaksinasi lengkap, 6 bulan, 1 tahun, jadi belum sampai 2 tahun itu masih lama, yang 12 bulan saja belum selesai," katanya.

Berita Terkait
  • Lengan Nyeri Setelah Vaksinasi? Coba Trik Viral Ini
  • 1.800 Dosis Vaksin Sinophram Tiba di Riau
  • Pemkab Cianjur Terima 3.650 Vaksin Covid-19 Sinopram
Berita Lainnya
  • Legislator: Indonesia Belum Punya Desain Pertahanan
  • Jakarta Pusat Lanjutkan Uji Coba Sekolah Tatap Muka

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

ITAGI Pastikan Kematian 2 Tahun Pascavaksin Hoaks

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya