0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 Aug 2020 00:30
Dilihat: 37
Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

SURABAYA -- Pelaku budaya Tanah Air, Rakyan Ratri Syandriasari, berharap kain jarik tidak diidentikkan dengan hal-hal yang bertentangan dengan moral. Kain jarik adalah salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia.

"Kain jarik merupakan hasil dari kekayaan budaya Indonesia kita tercinta, akan tetapi rasanya sungguh menyedihkan jika diidentikkan dengan hal yang bertentangan dengan moral," ujarnya ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa (4/8).

Sorotan perempuan yang juga penari tradisional tersebut tidak lepas dari kasus "fetish" kain jarik berkedok riset oleh seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya berinisial G. Kasus dugaan pelecehan seksual itu viral di Twitter dan salah seorang terduga korban berinisial MFS mengaku dimintai bantuan agar mau membungkus dirinya menggunakan kain jarik.

Putri sulung anggota DPR RI Puti Guntur Soekarnoputri tersebut mengaku tidak setuju terhadap kasus penyimpangan seksual itu dan dengan apa yang dilakukan pelaku terhadap para korban. Namun, ia menyarankan lebih baik jika fokus pembahasannya adalah seseorang yang memiliki "fetish" terhadap orang yang terbungkus kain, mengingat tidak semua korban menggunakan jarik.

"Tetapi semua korban memang terbungkus kain, sehingga tidak memunculkan pikiran-pikiran yang tidak berkenan terhadap kain jarik sebagai salah satu kain daerah," ucapnya.

Syandria, sapaan akrabnya, juga menyayangkan berbagai tulisan dan informasi pada kasus tersebut diidentikkan dengan kain jarik. Secara tidak langsung, lanjut dia, informasi-informasi tersebut juga dapat berdampak kepada para pengrajin kain yang pada awalnya sudah susah dan kini menjadi semakin sulit lagi.

"Karena banyak pemuda yang belum mengenal baik tentang kain daerah. Kalau membacanya, justru melihat jarik yang merupakan salah satu kain daerah, sebagai suatu hal yang tak senonoh. Ini sangat disayangkan dan saya sedih sekali," katanya.

Menurut dia, jangan sampai dengan adanya tindakan seseorang yang tidak bertanggung jawab malah membuat masyarakat taku. Atau memiliki pemikiran-pemikiran tak senonoh terhadap kekayaan budaya bangsa.

"Justru kita dapat menjadikan hal ini sebagai kesempatan untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai budaya Indonesia, seperti kain-kain daerah yang ada di seluruh penjuru Indonesia," tuturnya.










Berita Terkait
  • Sosiolog Sebut Fetish Jarik sebagai Penyimpangan Seksual
  • Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Korban Fetish Kain Jarik
  • Unair Belum Putuskan Masa Depan Terduga Fetish Jarik
Berita Lainnya
  • Ledakan Dahsyat Mengguncang Beirut
  • Miliaran Data Bocor, Legislator Ingatkan Urgensi RUU PDP

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

Jangan Identikkan Kain Jarik dengan Perilaku Fetish

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya