0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

Republika Online
Republika Online - Tue, 20 Oct 2020 00:26
Dilihat: 245
Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mengatakan jangan mudah menyimpulkan, apalagi menyalahkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah gagal. Ia menilai pemerintah saat ini baru berjalan satu tahun saja.

"Karena, saya yakin siapapun yang menjadi presiden di negeri ini, sekarang ini, pasti juga tidak akan mampu menghindarinya karena masalah ini tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan Covid-19," ujar Abbas di Jakarta, Senin (19/10).

Ia menilai Covid-19 tidak hanya melanda dan merontokkan perekonomian negeri ini. Tapi juga telah melanda dan merontokkan perekonomian negara-negara lain di dunia, termasuk perekonomian negara-negara adidaya, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, serta juga China.

"Dengan rontok dan bermasalahnya ekonomi mereka oleh Covid-19, maka ekonomi kita tentu dengan sendirinya juga akan bermasalah. Karena ekonomi kita dan ekonomi negara-negara lain tersebut juga sudah terlalu jauh dan dalam berintegrasi dengan ekonomi dunia," ujar Abbas.

Hari ini (20/10) genap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin selama satu tahun. Abbas menilai ada satu pelajaran berharga yang dapat dipetik dari peristiwa yang menyertai perjalanan pemimpin kita itu, yaitu pemimpin kita harus selalu siap untuk menghadapi krisis.

"Agar setiap terjadi krisis, kita tidak terlalu kaget dan terpukul. Meminjam istilah Bung Hatta (Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta), kita harus benar-benar bisa membuat dan membenahi ekonomi nasional kita dengan memperbesar tenaga beli rakyat. Produksi yang kita lakukan harus ditujukan pertama-tama dan utama adalah untuk kepentingan ke dalam yaitu untuk memenuhi kebutuhan rakyat," kata Abbas.

Namun, bukan berarti ekspor tidak penting. Ekspor penting asal sifat dari ekspor itu yang diubah agar tidak hanya sebagai tujuan yang pertama dan utama, melainkan menjadi memenuhi keperluan untuk pembangunan.

"Karena dalam konsep ini yang menjadi tekanan adalah bagaimana kita bisa menghasilkan barang-barang keperluan hidup bangsa kita yang bahannya terdapat di Tanah Air kita sendiri. Dan apa yang tidak dapat kita hasilkan sendiri, itulah yang kita datangkan dari luar negeri untuk menggenapkan keperluan rakyat dan negara yang itu kita bayar dengan ekspor," kata Abbas.

Bung Hatta, menurut Abbas, juga mengatakan bahwa Indonesia harus bisa memperkecil impor barang-barang konsumsi berangsur-angsur dan memperbesar impor barang-barang produksi seperti mesin dan alat untuk bekerja lainnya yang dibayar dengan barang-barang yang kita ekspor. Agar keadaan ekonomi negeri ini benar-benar menjadi kuat dan tangguh, di tengah-tengah kehidupan ekonomi global, dan agar negeri ini tidak terlalu terpukul bila terjadi krisis ekonomi dunia.

"Maka kita harus bisa mengusahakan agar barang-barang yang kita ekspor itu adalah barang-barang yang sudah jadi atau barang-barang industri. Sehingga kita dapat menciptakan nilai tambah yang besar dan itu tentu saja akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat secara keseluruhan," ujar Abbas.

Ia berharap peranan pemerintah dalam hal ini dapat diperkuat. Karena lewat kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah, Indonesia mampu menciptakan kemaslahatan yang sebesar-besarnya bagi rakyat banyak.

"Kedaulatan ekonomi dan kedaulatan bangsa serta negara ini di masa depan akan semakin dapat tegak dengan baik dan dengan sekokoh-kokohnya," katanya.




Berita Terkait
  • Demokrat: Warna Jokowi Berbeda di Tahun Pertama Periode II
  • Polemik UU Ciptaker: Seperti Apa Nanti Jokowi Dikenang
  • Survei Indikator: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Naik
Berita Lainnya
  • Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal
  • Polandia Ubah Stadion Jadi Rumah Sakit Lapangan

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

Jangan Mudah Simpulkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Gagal

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya