0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

Republika Online
Republika Online - Tue, 15 Oct 2019 02:40
Dilihat: 44
Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

JAKARTA -- Kemajuan teknologi membuat banyak orang tak bisa jauh dari internet untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, maraknya kasus pelecehan seksual, penyalahgunaan data pribadi tanpa izin pemiliknya, dan kasus-kasus cyberbullying, membuat pengguna harus berhati-hati dalam menggunakan internet.

Communications Manager Google Indonesia, Feliciana Wienanthan, menjelaskan, setidaknya ada dua hal yang harus diingat dan harus disadari oleh para perempuan yang gemar bermain internet. Hal yang pertama adalah adanya jejak digital.

"Kita harus paham betul akan rekam jejak digital kita. Ini nggak hanya untuk perempuan saja, tapi untuk semua orang. Karena, itu merupakan tanggung jawab tiap individu," ungkap Feliciana kepada Republika.co.id, di Google Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Dengan mengingat ada jejak yang ditinggalkan, pengguna internet seharusnya berpikir ulang sebelum melakukan aktivitas di dunia maya, termasuk ketika akan mengunggah sesuatu yang buruk. Rekam jejak digital dapat menjadi bukti yang digunakan untuk menentang atau mendukung seseorang di masa depan.

Feliciana mencontohkan, ketika seseorang mengunggah kata-kata yang tak baik, maka hal itu mungkin dapat menjadi bumerang di kemudian hari. Unggahan itu akan menjadi jejak digital dan dapat memengaruhi reputasi seseorang.

Belum lagi, potensi ancaman penipuan dengan menggunakan foto orang lain. Ancaman-ancaman ini membuat Feliciana menyarankan untuk berhati-hati dalam membuat rekam jejak digital.

"Rekam jejak digital itu sudah mencakup semuanya. Kalau sudah sadar akan ini, maka kita akan lebih berhati-hati dalam mengunggah suatu unggahan, baik tulisan maupun foto," ungkap dia.

Hal berikutnya yang harus diingat oleh publik internet adalah mereka harus rajin membaca mengenai syarat dan ketentuan ketika akan mengunduh aplikasi atau membuat akun media sosial. Meskipun bacaan mengenai terms and conditions itu sangat banyak, namun tak ada salahnya memahami satu per satu poin yang tertera.

"Memang harus rajin ngulik. Karena terms and conditions itu seperti kontrak. Biasanya kan kita langsung centang saja untuk menerimanya. Bahaya kalau kontrak tidak kita baca tapi langsung sepakati," ujar Feliciana.

Berita Terkait
  • Tip Menjaga Privasi di Dunia Maya
  • Mahasiswa Sukabumi Didorong Jadi Duta Internet Sehat
  • Para Mobile Marketer, Coba 3 Cara Otomatisasi Pemasaran Ini
Berita Lainnya
  • 59 Budayawan dan Seniman dapat Penghargaan dari Kemendikbud
  • Korban Demo Akbar Alam Sempat Mengunggah Status di Instagram

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

Jejak Digital Kelak Dapat Mendukung atau Menentang Kita

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya