0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

okezone
okezone - Fri, 30 Sep 2022 17:38
Dilihat: 213
Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

JAKARTA - Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI) merupakan tragedi berdarah yang menjadi luka kelam bagi bangsa Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi titik awal berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan hancurnya kekuatan politik PKI dari bumi nusantara.

Kekejian PKI telah menimbulkan kemarahan rakyat, demikian mengutip Buku Ajar Sejarah, Kemendikbud. Pada saat itu, keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau, keadaan perekonomian semakin memburuk. Inflasi mencapai 600%, sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.

Tujuan dari G30S PKI untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno. Mereka ingin mengubah Indonesia menjadi negara komunis melalui gerakan yang dipimpin oleh DN Aidit, saat itu dia juga merupakan ketua dari PKI.

Perwira tinggi TNI AD menjadi salah satu target yang harus dilenyapkan mereka. Setidaknya, ada tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

Pada bulan-bulan awal 1965, PKI "menyerang" para pejabat anti-PKI dengan menuduhnya sebagai kapitalis birokrat yang korup. Demonstrasi-demonstrasi juga dilakukan untuk menuntut pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Hingga pertengahan 1965 atau sebelum pecah kudeta di awal Oktober, kekuatan politik di Ibu Kota tampaknya sudah semakin bergeser ke kiri. PKI kian berada di atas angin dengan perjuangan partai yang semakin intensif.

Usul pembentukan angkatan ke-5 selain AD-AU-AL-Polisi yang dikemukakan PKI pada Januari 1965, diakui memang semakin memperkeruh suasana terutama dalam hubungan antara PKI dan AD. Tentara telah membayangkan bagaimana 21 juta petani dan buruh bersenjata, bebas dari pengawasan mereka.

Bagi para petinggi militer gagasan ini bisa berarti pengukuhan aksi politik yang matang, bermuara pada dominasi PKI yang hendak mendirikan pemerintahan komunis yang pro RRC (Republik Rakyat China yang komunis) di Indonesia (Southwood dan Flanagan, 2013).

Usulan ini pun gagal direalisasikan. PKI lalu meniupkan isu tentang adanya Dewan Jenderal di tubuh AD yang tengah mempersiapkan suatu kudeta. Di sini, PKI menyodorkan "Dokumen Gilchrist" yang ditandatangani Duta Besar Inggris di Indonesia.

Isi dokumen ditafsirkan sebagai isyarat adanya operasi dari pihak Inggris-AS dengan melibatkan our local army friend (kawan-kawan kita dari tentara setempat) untuk melakukan kudeta.


Meski kebenaran isi dokumen ini diragukan dan Jenderal Ahmad Yani kemudian menyanggah keberadaan Dewan Jenderal saat Presiden Soekarno bertanya kepadanya. Namun, pertentangan PKI dengan angkatan darat kini tampaknya telah mencapai level yang akut.

Sumber: okezone

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

Jejak-Jejak Kekejian PKI di Malam Jahanam 30 September 1965

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya