0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Republika Online
Republika Online - Fri, 10 Jul 2020 00:35
Dilihat: 64
Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Oleh: Arif Satrio Nugroho

Setelah menjalani masa belasan tahun sebagai buron, Maria Pauline Lumowa akhirnya ditangkap. Dia diboyong ke Indonesia melalui proses ekstradisi. Seperti apa sepak terjang Maria Pauline?

Menurut catatan Kementerian Hukum dan HAM, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pembobolan kas BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp 1,7 triliun.

Kasusnya berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Ketika itu Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dollar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. Adrian Waworuntu sendiri telah divonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembobolan itu.

Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp 1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. - (Antara/Aditya Pradana Putra)

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari pihak BNI, lantaran BNI diketahui menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi BNI.

Pada Juni 2003, BNI merasa curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group. BNI pun memulai melakukan penyelidikan dan mendapati bahwa perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian, Gramarindo Group dilaporkan ke Mabes Polri. Maria Pauline Lumowa langsung kabur ke Singapura. Tak tanggung-tanggung, dia menjadi buronan penegak hukum Indonesia selama 17 tahun tahun terakhir setelah terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus bentukan Mabes Polri.

Pemerintah Indonesia sebenarnya dua kali mengajukan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa kepada Pemerintah Kerajaan Belanda pada 2009 dan 2014. Namun dua kali itu pula permintaan ditolak.

Permintaan ekstradisi diajukan kepada Pemerintah Belanda karena perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, tersebut didapati sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Belakangan, perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut diketahui berada di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Maria Pauline Lumowa kemudian ditangkap oleh petugas NCB Interpol Serbia saat mendarat di Bandara Internasional Nikola Tesla pada Juli 2019. Penangkapan dilakukan berdasarkan red notice pada 2003.

Begitu penangkapan tersebut diinformasikan, Kementerian Hukum dan HAM serta aparat penegak hukum Indonesia langsung mengajukan permintaan ekstradisi kepada Pemerintah Serbia yang disampaikan melalui surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-AH.12.01-10 tanggal 31 Juli 2019.

Surat ini kemudian disusul dengan permintaan percepatan proses ekstradisi yang disampaikan melalui surat nomor AHU-AH 12.01-22 tanggal 3 September 2019. Setelah dilakukan ekstradisi, Maria Pauline pada Kamis (9/7) ini mendarat di Indonesia untuk melanjutkan proses hukum yang tertunda 17 tahun.


Berita Terkait
  • Mahfud: Hukum akan Perlakukan Maria dengan Baik
  • Tersangka Maria Pauline Lumowa Tiba di Bareskrim Polri
  • MAKI: Ekstradisi Maria Cuma Buat Tutupi Malu Menkumham
Berita Lainnya
  • Pemukiman Padat Harus Siap Hadapi Pandemi Covid-19
  • Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

Jejak Maria Pauline, Pembobol BNI yang Buron 17 Tahun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya