0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

Nusabali
Nusabali - Fri, 25 Sep 2020 16:05
Dilihat: 27
Jelang Kuningan, Pasar Lengang
Pasar cenderung sepi, jauh dari suasana keramaian Galungan dan Kuningan, enam bulan lalu. Hal tampak dari kondisi beberapa pasar umum di Denpasar, Kamis (24/9).

"Pedagang ramai, yang beli sedikit," keluh Ni Nyoman Murni, seorang pedagang bumbu di Pasar Badung. Pedagang asal Kesiman, Denpasar Timur ini meyakini lesunya suasana pasaran karena dampak pandemi Covid-19. Selain Hari Kuningan yang hanya berlangsung sehari saja.

Demikian lesunya suasana pasaran, ditandai dengan pembelian barang kebutuhan Kuningan yang hanya sekedarnya. Pembelian bumbu, diantaranya tidak banyak. Beli cabe misalnya hanya dua ribu rupiah. "Tak dilayani kasihan, dilayani untuk pembungkus saja tidak cukup," ujarnya.

Padahal harga bumbu relatif rendah. Cabe merah besar misalnya hanya Rp 20 ribu perkilogram. Demikian harga bawang merah dan putih, harganya juga Rp 20 ribu perkilogram.

Hal senada disampaikan Ni Nyoman Sri dan Ni Nyoman Sari. Masing-masing pedagang daging babi dan daging ayam. Keduanya menuturkan kondisi pasaran yang lesu karena dampak pandemi Covid-19. "Waktu Galungan sedikit lebih ramai. Sekarang sepi, entah besok (Jumat hari ini)," ujar pedagang daging asal Desa Medahan, Blahbatuh Gianyar. Jelang hari raya Galungan lalu, Sri memotong 30 ekor babi. Sedang jelang Kuningan, hanya memotong 10 ekor babi. "Jauh berkurang," ujar Sri.

Demikian juga dengan Ni Nyoman Sari. "Sekarang untuk dapat jualan 30 kilogram saja susah,"ungkap Sari. Selain karena dampak pandemi Covid-19, banyak pedagang dadakan serta jumlah pasar yang semakin banyak menjadi pemicu kelesuan jual beli barang kebutuhan dan bahan upacara jelang Kuningan.

"Pasar sekarang ada dimana-mana. Demikian juga jumlah pedagang," ujar Sari. Banyak pedagang baru yang bermunculan yang berjualan di pinggir jalan. Hal itu lanjutnya juga menyebabkan lesunya pasar umum atau pasar tradisional.

Pantauan harga yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin)Bali menunjukkan 19 item barang kebutuhan sehari-hari harganya relative stabil. Tercatat hanya harga cabe merah yang harganya naik 10 persen. Dari Rp 15.875 perkilogram menjadi Rp 17.500 perkilogram. Sedang harga barang pokok lainnya normal, sama dengan hari sebelumnya. "Yang lainnya normal," ujar Kasi Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Gatot Supriatin. *k17
Sumber: Nusabali

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

Jelang Kuningan, Pasar Lengang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya