0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

covesia
covesia - Tue, 16 Aug 2022 16:29
Dilihat: 47
Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

Covesia.com - Menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-77, Polemik UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat terus bergulir. Pasalnya, masyarakat mentawai menilai UU yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia pada 25 Juli 2022 tersebut belum mengakomodir dan mengakui budaya Mentawai sebagai salah satu karakteristik Sumatera Barat.

Ketua Aliansi Mentawai Bersatu, Yosafat Saumanuk mengatakan, apabila undang-undang tidak direvisi maka Mentawai akan keluar dari Provinsi Sumatera Barat.

"Apabila UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Sumatera Barat ini tidak direvisi, kami atas nama Aliansi Mentawai Bersatu akan bergabung dengan provinsi lain yang bisa mengakui kebudayaan Mentawai," ujarnya saat ditemui, Selasa (16/8/2022).

Yosafat menegaskan, pihaknya tidak menolak Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam UU itu, hanya meminta bunyi kalimat yang menyatakan budaya mentawai itu ada dan merupakan bagian dari Sumatera Barat.

"Kita tidak mempermasalahkan ABS-SBK, kita hanya meminta bunyi pasal atau penambahan pasal yang mengakui secara jelas tentang kebudayaan mentawai," katanya.

Pihaknya menyorot pasal 5c, yaitu Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik yaitu adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah, adat basandi syara', syara' basandi kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku, serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/nagari, ritual, upacara adat, situs budaya, dan kearifan lokal yang menunjukan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat Sumatra Barat.

Diketahui, perwakilan masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai yang tergabung dalam Aliansi Mentawai Bersatu telah menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar yang dinilai belum mengakomodir kebudayaan Mentawai di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat pada Selasa, (9/8/2022) kemarin.

Sementara itu diberitakan covesia.com sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, di dalam UU tersebut sudah jelas bahwa Sumbar ada 19 kabupaten kota termasuk Mentawai di dalamnya dan mengatakan ada peluang untuk direvisi.

"Saya kira perihal merivisi memang ada peluang, kalau mau direvisi ke MK. Itu urusan pusat kan Undang-Undang. Saya kira sebaiknya dibaca lebih utuh. Jangan dipahami sebagian saja," ujarnya.

Mahyeldi juga mengimbau para pengamat untuk jangan mengamati sebagian saja, tetapi jelaskan secara komprehensif dan semua penafsiran jangan satu ayat atau setengah ayat.

"Nanti seperti orang melihat gajah. Beda-beda jadinya, yang melihat kaki gajah, atau telinga gajah, atau belalainya. Mari kita cerdaskan masyarakat kita dengan analisa dan pemikiran. Ini tugas intelektual menjelaskan itu semua," pungkasnya.


(lsa)

Sumber: covesia

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

Jika UU 17 Nomor 2022 Tak Direvisi, Masyarakat Mentawai Nyatakan Keluar dari Sumbar

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya