0
Thumbs Up
Thumbs Down

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

Republika Online
Republika Online - Fri, 18 Sep 2020 05:15
Dilihat: 48
JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JAKARTA -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meminta pengusaha dan masyarakat berperan lebih banyak lagi dalam menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta sebagai wilayah tertinggi angka penularannya.

PMI memerlukan biaya sedikitnya Rp 200 miliar untuk operasi penanganan Covid-19 hingga akhir 2020. Sementara dana yang terkumpul di organisasi palang merah itu baru 50 persen dari total kebutuhan.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu mensponsori itu, karena hanya itu cara untuk mengatasi dan mengurangi penularan Covid-19," kata JK dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (17/9).

Selama ini, PMI telah melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sterilisasi fasilitas umum, tempat ibadah, perkantoran dan rumah warga terus dilakukan relawan PMI. "Upaya yang dilakukan PMI selama ini yaitu sterilisasi pada sarana umum dan ibadah, serta rumah-rumah dan perkantoran dengan cara penyemprotan disinfektan. Dan hampir enam bulan relawan PMI bekerja untuk itu," tuturnya.

Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan terus menggunakan masker ketika ke luar rumah, menjaga jarak fisik, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. "Hanya ada dua cara untuk mengatasi Covid-19 ini, yaitu hindari dan matikan. Hindari adalah dengan melakukan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan) dan itu butuh partisipasi masyarakat untuk disiplin menjalankannya," ucap dia.

Khususnya selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta saat ini, JK berharap tujuan dari penerapan kebijakan tersebut dapat tercapai, yakni menurunkan angka penularan Covid-19 di Ibu Kota. Oleh karena itu, JK berharap Pemerintah dapat tegas memberikan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dan ketentuan PSBB.

"Pemerintah harus tegas dan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang melanggar disipilin. Belajar dari negara-negara di dunia ini, yang berhasil menurunkan penyebaran Covid-19, yaitu dengan membangun kedisiplinan," ujarnya.


Berita Terkait
  • Pengguna KRL Diimbau Beradaptasi Ada Larangan Masker Scuba
  • Wali Kota Bandung tak Masalahkan Isolasi Mandiri di Rumah
  • Pasien Covid-19 RSD Wisma Atlet Bertambah 1.066 dalam Sehari
Berita Lainnya
  • Gim Petualangan Sihir Hogwarts Legacy akan Hadir di PS5
  • JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

JK: PMI Butuh Rp 200 M Tangani Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya