0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

Republika Online
Republika Online - Thu, 20 Feb 2020 18:10
Dilihat: 20
Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mulai tahun akademik 2020/2021 membuka dua prodi baru, yakni Program Studi (prodi) Sarjana Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE) dan Prodi Gizi. Pembukaan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Prodi PVETE ini masuk ke dalam Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD. Kepala Program Studi PVTE, Dr Budi Santoso mengatakan program S-1 PVTE UAD memiliki beberapa keunggulan.

Di antaranya adalah adanya mata kuliah dan kurikulum yang berorientasi pada industri 4.0 dan masyarakat 5.0, tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional dalam bidang vokasional teknik dan rekayasa elektronika, serta sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran.

"UAD telah memiliki peralatan kampus yang mencukupi," tuturnya kepada Republika dalam kegiatan Penyerahan SK Prodi Baru di Kampus 4 UAD, Yogyakarta, Rabu (19/2).

Pada tahun ajaran 2020/2021, Budi menerangkan pihaknya hanya membuka satu kelas yang terdiri dari 20 sampai dengan 30 orang. "Kemarin, saat sosialisasi sudah ada yang daftar secara online, antusiasmenya banyak," jelasnya.

Budi menegaskan bahwa prodi ini memiliki prospek kerja yang mumpuni. Sebut saja guru dengan keahlian elektronika, instruktur training centre bagi sebuah perusahaan, service manager bidang keahlian elektronika, serta technopreneur.

Sementara itu, Kaprodi Gizi UAD Dyah Suryani dalam kesempatan itu juga menyampaikan prodi yang baru dibuka tersebut merupakan prodi gizi keenam di Kota Yogyakarta. "Di Yogyakarta, Prodi Gizi UAD ini keenam yang ada di Yogyakarta", ujarnya kepada Republika.

Menurut Dyah terdapat perbedaan mendasar prodi ini dengan prodi gizi lainnya. "Fokusnya kita memang membuat beda yakni lebih ke food safety, dimana masyarakat perkotaan diharapkan mampu memenuhi food safety," katanya menegaskan.

Dyah mengatakan prodi ini dapat terbuka salah satunya bagi SMK Kesehatan maupun tata boga untuk belajar menimba ilmu di dalamnya. "SMA Boga bisa memiliki dasar memasak, sehingga perihal bisa dilanjutkan S1 di sini," ungkapnya.

Menurut Dyah, prospek kerja ahli gizi dewasa ini sangat diperlukan. Apalagi saat ini setiap Puskesmas harus memiliki ahli gizi. Hal ini juga berlaku pada industri makanan, minuman, maupun konsultan gizi.

Ia menambahkan saat ini banyak kasus stunting dan obesitas yang diderita oleh masyarakat umum. Pengetahuan untuk konsumsi makanan empat sehat lima sempurna saja tidak cukup. "kendati diperlukan pemahaman pemenuhan kalori yang masuk dengan aktivitas yang dilakukan manusia itu sendiri," jelasnya.


Berita Terkait
  • UAD Pastikan Mahasiswa dan Dosen di China dalam Kondisi Baik
  • Post Millennial Perlu Pendidikan Berbasis Teknologi
  • D'orange 1960 UAD Lakukan Touring Sambil Beramal
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

Kampus UAD Buka Dua Prodi Baru

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya