0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

Republika Online
Republika Online - Sun, 23 Jun 2019 21:43
Dilihat: 84
Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan terjadinya kasus pelecehan seksual antara murid dan guru di sebuah sekolah di Serang, Banten. Meskipun oknum guru tersebut telah dipecat dan nonaktifkan, KPAI beranggapan bahwa kasus tersebut tidak akan terjadi jika pihak sekolah tidak lalai.

"Kelalaian tersebut dapat diukur dari pengawasan yang lemah, sehingga oknum guru tersebut dapat leluasa melakukan perbuatan mesum di lingkungan sekolah. Bahkan, kalau salah satu orangtua korban tidak melapor, maka perbuatan ketiga guru ini tidak akan terbongkar," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (23/6).

Retno berujar, berhubungan badan dengan anak menurut UU Perlindungan anak adalah suatu kejahatan atau tindak pidana. Pernyataannya ini membantah perihal dugaan adanya unsur suka sama suka antara oknum guru dan siswanya.

"Tidak ada istilah suka sama suka. Perbuatan ketiga pelaku telah mencoreng dunia pendidikan dan lembaga pendidikan," kata Retno.

Seorang pendidik lanjut dia, seharusnya menjadi teladan serta menjunjung nilai-nilai moral dan agama. Tapi ternyata telah melakukan perbuatan bejat terhadap anak didiknya sendiri di lembaga pendidikan tempatnya bekerja.

"Ketiga guru tersebut seharusnya mendidik dan melindungi anak didiknya, bukan memanfaatkan anak didiknya untuk kepentingan nafsunya," kata dia.

Karena itu, menurut Retno, pemecatan terhadap guru Honorer dan penonaktifan tugas guru ASN di SMPN di Serang tersebut tidak cukup. Menurutnya, pihak sekolah pun harus turut bertanggungjawab karena dianggap lalai.

"Menurut KPAI semestinya yang dijatuhi hukuman bukan hanya ketiga guru tersebut, namun juga kepala sekolah dan manajemen sekolah, karena telah lalai menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik," ujarnya.

Seperti diketahui, hubungan badan yang dilakukan tiga oknum guru tersebut kepada tiga siswanya terjadi di lingkungan sekolah. Tepatnya di kelas, di ruang laboratorium, dan di semak belakang sekolah.

"KPAI mengusulkan agar ke depan, untuk mengantisipasi atau mencegah perbuatan serupa terjadi, maka seharusnya pemda memberikan dukungan sekolah untuk memasang cctv di lingkungan sekolah," ungkapnya.

KPAI juga meminta kepada pihak kepolisian agar ketiga pelaku segera diproses hukum dan dituntut hukuman sesuai dengan UU Perlindungan Anak dengan maksimal dan ditambah dengan hukuman pemberatan karena memenuhi unsur bahwa pelaku adalah orang terdekat korban. Maksimal hukuman perbuatan ini adalah 15 tahun dan dapat dilakukan pemberatan hukuman yaitu sepertiga dari hukuman maksimal tersebut, sehingga para pelaku dapat dituntut 20 tahun.

Berita Terkait
  • Kemendikbud Keluarkan Edaran Penyesuaian Kuota PPDB
  • Ombudsman Nilai Kemendikbud Kurang Sosialisasikan PPDB
  • 7 Korban Tontonan Adegan Seks Pasutri Ditangani KPAI Tasik
Berita Lainnya
  • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
  • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

Kasus Seksual Guru dan Murid di Serang Bukti Sekolah Lalai

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya