0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

okezone
okezone - Mon, 30 Nov 2020 14:56
Dilihat: 40
Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhamad Syarif mendesak KPK untuk mengusut pengusaha dan perusahaan lain yang mendapat keuntungan dari kebijakan ekspor benih lobster (benur).

Laode Muhamad Syarif menyatakan, sebagai mantan pimpinan KPK maka dia memberikan apresiasi kepada KPK secara kelembagaan atas penanganan kasus dugaan suap pengurusan izin di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pengiriman kargo benih lobster (benur) ke luar negeri melalui PT Aero Citra Kargo (ACK) dengan tersangka Edhy Prabowo selaku Menteri KP dan enam tersangka lainnya. Meski begitu, ujar Syarif, KPK harus mengembangkan kasus ini pada dua aspek.

"Yang perlu dikembangkan oleh KPK adalah, satu, pengusaha/korporasi yang diuntungkan dari kebijakan benih lobster. Dua, korporasi yang mendapatkan keuntungan monopoli dan ekspor lobster," ujar Syarif kepada MNC News Portal, di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka dan telah ditahan. Satu orang pemberi suap yakni pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa (DPP) Sarjito. Berikutnya ada enam orang sebagai tersangka penerima suap.

Mereka yakni, pertama, Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan. Kedua, Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster KKP Andreau Pribadi Misata.

Ketiga, Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster KKP Safri. Keempat, pemegang PT Aero Citra Kargo (ACK) Amril Mukminin. Kelima, Ainul Faqih selaku staf Iis Rosyati Dewi (istri Edhy Prabowo). Keenam, pengurus PT ACK Siswadi.

Baca Juga : Korupsi Benur Lobster Berpotensi Gerus Elektabilitas Gerindra di 2024

KPK menduga telah terjadi beberapa kali transaksi suap. Pertama, sebesar Rp731.573.564 dari tersangka Sarjito yang ditransfer ke rekening PT Aero Citra Kargo (ACK). Uang ini merupakan bagian dari total Rp9,8 miliar yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster yang mengurusi izin di KKP. PT ACK diduga milik sebenarnya Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja. Uang Rp9,8 miliar dialihkan ke rekening dua pemegang PT ACK yakni Ahmad Bahtiar dan Amril Mukminin.


Kedua, USD100.000 dari tersangka Suharjito diserahkan secara tunai hanya untuk Edhy melalui Amril dan tersangka Safri selaku Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster KKP. Ketiga, tersangka Safri dan tersangka Andreau Pribadi Misanta selaku Staf Khusus Menteri KKP juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) menerima Rp436 juta dari Ainul Faqih (staf istri Menteri KKP).

Sumber: okezone

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

Kasus Suap Ekspor Benur, Eks Pimpinan KPK Ingin Semua yang Diuntungkan Diusut

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya