0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

inilahcom
inilahcom - Tue, 22 Oct 2019 12:00
Dilihat: 25
Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

MAKANAN yang diharamkan bukan sebatas yang disebutkan dalam Al Qur'an saja. Sebagian kaum muslimin ada yang memahaminya seperti itu. Sehingga akibatnya mereka nyatakan bahwa anjing itu halal karena tidak diharamkan dalam Al Qur'an.

Dalil mereka adalah ayat berikut ini, "Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah." (QS. Al An'am: 145).

Berdasarkan ayat ini ada dua kesimpulan dari mereka. Pertama, hukum asal setiap makanan itu halal karena ayat ini jelas menyatakan, "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya". Kedua, yang dikecualikan dari pernyataan halal sebelumnya artinya menjadi haram adalah empat macam yaitu bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Jadi ada empat saja yang terlarang. Dalam ayat ini tidak disebutkan anjing, maka asalnya anjing itu halal.

Baiklah, apakah pemahaman semacam ini dibenarkan? Itu yang insya Allah akan kita bahas. Intinya, kami akan memaparkan bahwa hadits nabi seharusnya jadi pegangan dan jangan hanya memperhatikan Al Qur'an Al Karim saja. Karena hadits Nabawi itu berfungsi sebagai penjelas dan pelengkap Al Qur'an, maka hukum yang ditetapkan dalam hadits pun harus diambil. Lebih lanjut mari kita simak pembahasan berikut ini.

Jika ada yang menanyakan, "Apakah makanan atau hewan yang diharamkan hanya sebatas yang disebutkan dalam Al Qur'an?" Jawabannya, tidak hanya terbatas dalam Al Qur'an saja. Karena kita pun diperintahkan untuk mentaati perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jadi apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam larang tetap kita jauhi. Abul 'Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"Wajib bagi kita untuk mengikuti Al Qur'an, begitu pula wajib bagi kita mengikuti petunjuk Rasul. Mengikuti salah satu dari keduanya (Al Qur'an dan hadits Rasul), berarti mengikuti yang lainnya. Karena Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bertugas untuk menyampaikan isi Al Qur'an. Dalam Al Qur'an sendiri terdapat perintah untuk menaati Rasul. Perlu juga dipahami bahwa Al Qur'an dan petunjuk Rasul sama sekali tidak saling bertentangan sebagaimana halnya isi Al Qur'an tidak saling bertentangan antara ayat satu dan ayat lainnya."


[baca lanjutan]

Sumber: inilahcom

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

Kekeliruan Sebagian Muslim yang Halalkan Anjing

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya