0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Republika Online
Republika Online - Sun, 05 Jul 2020 19:20
Dilihat: 226
Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

JAKARTA--Kementerian Kesehatan mendorong dinas kesehatan di daerah meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayahnya masing). Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kewaspadaan atas lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD)

Sebab, lonjakan DBD di tengah kasus Covid-19 menjadi hal yang harus diantisipasi. "Melalui dinkes provinsi, kabupaten, kota untuk tetap mendorong masyarakat melakukan PSN dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkatnya, Ahad (5/7).

Nadia mengatakan, Kemenkes juga telah mengirimkan surat ke beberapa kementerian untuk melakukan gerakan serupa. Antara lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama untuk memastikan gedung sekolah dan pesantren aman dari sarang nyamuk, selain disinfeksi virus Covid-19. "Hotel dan tempat wisata juga untuk dilakukan PSN, pesan Covid bersamaan dengan himbauan PSN," kata Nadia.

Sementara dari sisi kuratif, Kemenkes, kata Nadia, juga meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengantisipasi jika ada lonjakan kasus DBD. Mulai dari ketersediaan fasilitas penunjang dan juga pemberantasan di sekitar terjangkitnya pasien DBD."Antisipasi kalau ada peningkatan kasus dengan ketersediaan RDT, abate dan insektisida, bila ada kasus yang pos untuk dilakukan kunjungan dan pemeriksaan jentik nyamuk dan pengasapan (fogging)," katanya.

Berdasarkan data per 3 Juli 2020 jumlah pasien DBD sebanyak 71.216 kasus tersebar di 34 provinsi dan 468 kabupaten/kota dengan angka kematian 458 orang. Sedangkan jumlah penambahan kasus terbaru sebanyak 615 kasus. Namun demikian, kata Nadia, dari Maret hingga saat ini belum ada daerah yang masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) DBD."Kalau dari maret sampai sekarang belum ada yang KLB ya, tapi kasus jumlahnya cukup banyak," katanya.


Berita Terkait
  • Cara Berbagi Perusahaan Edtech Saat Pandemi
  • Sekolah Mengemudi Arab Saudi Juga Buka, Tetap Pakai Protokol
  • Risma Imbau Ibu Hamil Tidak ke Puskesmas
Berita Lainnya
  • Liverpool Buru Thiago Alcantara
  • Unhas Siapkan Tenaga Medis, Kawal UTBK

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya