0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

Republika Online
Republika Online - Wed, 18 Sep 2019 10:28
Dilihat: 25
Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar pengurangan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dalam ruangan bisa dengan menggunakan kain dakron yang dibasahi.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/9), Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Krisi Kesehatan Kemenkes Ahmad Yurianto mengatakan dua tahun lalu Kemenkes bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung membangun save community pada masyarakat salah satunya menciptakan teknologi tepat guna sederhana berupa pemasangan kain dakron yang dibasahi.

Setelah diuji coba di beberapa sekolah dan dilakukan pengukuran ISPU di dalam dan di luar kelas, ternyata udara lebih baik di dalam kelas karena terpasang kain dakron. Ahmad Yurianto yang juga akrab disapa Yuri menambahkan, pengalaman masalah karhutla pada 2015 telah menyebabkan kematian pada anak. Menurut dia, hal itu disebabkan gastroenteritis dan dehidrasi berat karena kurang tersedianya air bersih.

Saat itu sebenarnya episode yang diawali kekeringan dan sulit dapat air bersih sehingga yang muncul gastroenteritis. Terlambat melakukan rujukan karena memang warga takut asap di luar sehingga kematian ada.

"Informasi yang ramai meninggal karena asap padahal bukan," ujarnya.

Selain itu, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam empat tahun lalu juga membuat teknologi penjernih air agar bisa langsung minum. Teknologi tersebut dijadikan replika untuk daerah agar bisa mengembangkan sendiri.

Yuri mengatakan teknologi tepat guna lainnya adalah oksigen konsentrator. Tim Pusat Krisis Kesehatan sempat memantau Puskesmas Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang bermasalah karena kabut asap yang begitu pekat.

"Kita datangi, kita beri oksigen konsentrator kemudian Puskesmasnya kita tutup pakai kain dakron. Tim Pusat Krisis Kesehatan akan mengecek lagi ke sana," ucap Yuri.

Rencananya oksigen konsentrator ini akan digunakan oleh puskesmas apabila hasil yang didapatkan bisa lebih baik. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menambahkan saat musim kemarau yang utama adalah air bersih. Ia mengatakan Poltekkes sempat menciptakan teknologi tepat guna berupa penjernih air dan berhasil menjernihkan air gambut di Kalimantan.


"Kalau sudah musim kemarau yang utama itu air. Poltekkes sudah bisa menjernihkan air gambut, kecil alatnya," katanya.

Nila mengatakan teknologi tepat guna ini bisa dijadikan contoh untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat karhutla. "Ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bisa kita gunakan untuk masyarakat. Jangan sampai kita telat lagi dalam pencegahan," ujarnya.

Berita Terkait
  • Menkes Usulkan Dinkes Riau Siagakan Ambulans 119
  • Warga Pekanbaru Solat Istisqa Berjamaah
  • Areal Gambut Terbakar di Kalsel akan Ditenggelamkan
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

Kemenkes Sarankan Kurangi Dampak Asap dengan Dakron Basah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya