0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

Republika Online
Republika Online - Wed, 28 Oct 2020 11:33
Dilihat: 55
Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menjadikan faktor keamanan vaksin sebagai prioritas nomor satu. Pengembangan Vaksin Merah Putih bersama berbagai pemangku kepentingan dilakukan agar vaksin betul-betul aman diberikan kepada masyarakat.

Pada tahap uji klinis, Bio Farma bertindak sebagai sponsor pelaksana bersama Litbangkes. Sementara BPOM sebagai badan regulator yang mengeluarkan izin edar apabila vaksin nantinya telah selesai uji klinis.

"Uji klinis perlu dilakukan untuk memastikan vaksin yang dihasilkan aman. Faktor nomor satu yang harus dipenuhi dalam pembuatan vaksin ini adalah keamanan.

"Keamanan dalam pengertian vaksin jangan menimbulkan efek samping atau gangguan kesehatan serius. Jadi intinya kami juga menerapkan kehati-hatian dalam setiap prosesnya," kata Bambang, dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin. Vaksin Merah Putih merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia.

Bambang mengatakan, sebagai bangsa yang besar dengan penduduk sekitar 270 juta orang, maka kemandirian akan vaksin sangat diperlukan. Akan berisiko jika Indonesia bergantung pada vaksin yang didatangkan dari luar negeri.

"Kita harus mempunyai kemampuan tidak hanya diproduksi, tapi juga di tahap penelitian dan pengembangan. Setelah dilakukan identifikasi, saat ini ada enam institusi yang mengembangkan vaksin Covid-19," kata dia lagi.

Pada Oktober 2020, Lembaga Eijkman sebagai pengembang vaksin sedang melakukan uji pada hewan. Bambang berharap, proses uji coba ini mendapatkan hasil yang memuaskan di akhir tahun.

Setelah semuanya siap, maka bibit vaksin yang teruji pada sel hewan tersebut akan diserahkan kepada Bio Farma. "Sebagai pihak yang nantinya melakukan produksi skala kecil untuk tahap uji klinis 1, 2, dan 3," kata Bambang menambahkan.


Berita Terkait
  • Emil: Simulasi, Bukti Kemampuan Puskesmas Menyuntik Vaksin
  • Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid
  • Vaksin Sinovac dan Bahan Baku Sinopharm Tiba Akhir Tahun
Berita Lainnya
  • Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin
  • Mantap! Kompor Induksi PLN Bikin Hemat Rp 50.000 per Bulan

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

Kemenristek/BRIN Utamakan Keamanan Vaksin

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya