0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

Republika Online
Republika Online - Fri, 15 Jan 2021 23:48
Dilihat: 75
Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

JAKARTA -- Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong para peneliti untuk menciptakan alat skrining atau penapisan COVID-19 yang murah dan nyaman dipakai.

"Kemenristek/BRIN tetap membuka peluang bagi para peneliti untuk terus melahirkan alat-alat skrining yang memenuhi kriteria penting," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam Webinar GeNose C19 - Inovasi Teknologi Alat Kesehatan Anak Bangsa, Jakarta, Jumat (15/1).

Menristek Bambang menuturkan kriteria penting tersebut adalah mudah dan nyaman dipakai, harga terjangkau, serta tingkat akurasi yang tinggi.

"Bagaimanapun tes yang mahal, skrining yang mahal akan memberatkan sebagian masyarakat," ujarnya.

Segala protokol dan uji klinis dalam pengembangan alat kesehatan juga harus selalu diperhatikan.

"Kalau kita membuat suatu produk, itu bisa sebagai produk bermutu," tutur Menristek Bambang.

Pada acara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan pada umumnya dalam menangani suatu wabah atau pandemi, salah satu kemampuan yang diperlukan adalah kemampuan deteksi.

Dalam hal itu, kehadiran GeNose, alat skrining COVID-19 berbasis embusan nafas dan menggunakan kecerdasan buatan, mendukung upaya meningkatkan penapisan COVID-19.

Kemristek dorong peneliti buat alat skrining COVID-19 murah dan nyaman

Amin menuturkan alat deteksi dalam kasus pandemi diharapkan memiliki dua kemampuan utama yaitu harus memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi.

Kemudian, alat deteksi itu juga harus memiliki kinerja atau "performance" yang bagus, yang dapat dilihat antara lain dari aspek akurasi dan keajegan yang bagus serta kecepatan menganalisa. Selain itu, juga harus diperhatikan aspek stabilitas alatnya.

"Ini yang dijanjikan GeNose dalam waktu sekian menit sudah diperoleh hasilnya. Ini sangat penting apabila kita melakukan deteksi dalam jumlah orang yang besar dalam waktu pendek," ujarnya.

Dalam praktik kerja GeNose C19, seseorang cukup mengembuskan nafas ke dalam alat penampung atau pengumpul nafas. Kemudian, embusan nafas itu akan dianalisis dengan kecerdasan buatan. Hanya menunggu beberapa menit, hasil langsung keluar yang menunjukkan seseorang positif atau negatif COVID-19.

Hasil dapat diketahui tidak lebih dari lima menit. Data analisis GeNose C19 juga telah terhubung ke sistem Cloud untuk diakses dalam jaringan.


Berita Terkait
  • Produksi Massal Vaksin Merah Putih, Ini Rencana Kemristek
  • Kemristek: Hadi Pranoto Bukan Anggota Konsorsium Riset Covid
  • Kemristek Loloskan 17 Ide dan Inovasi untuk Tangani Covid-19
Berita Lainnya
  • Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining
  • Mana Lebih Hebat MU atau Liverpool, Ini Pendapat Pogba

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

Kemristek Dorong Peneliti Ciptakan Alat Skrining

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya