0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

Republika Online
Republika Online - Wed, 08 Jul 2020 22:59
Dilihat: 76
Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) mendorong peningkatan kapasitas produksi alat tes cepat (rapid test) COVID-19 untuk memenuhi pasar dalam negeri.

"Jadi dalam negeri bisa produksi lebih baik, lebih banyak, tentu kualitasnya akan semakin bagus, dan harganya akan semakin murah," kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemristek Ali Ghufron Mukti kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Ali Ghufron menuturkan kebijakan penetapan batas tertinggi harga tes cepat Covid-19 dapat mengendalikan harga di pasaran. Peningkatan kapasitas produksi industri dalam negeri dan pemanfaatan alat tes cepat lokal juga dapat mendukung penekanan harga tes cepat.

Kebijakan itu telah ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui penetapan batas tertinggi biaya pemeriksaan tes cepat untuk mendeteksi Covid-19 sebesar Rp 150 ribu. "Saya kira itu kebijakan yang bagus dari Kementerian Kesehatan, itu tentu persiapan-persiapan dari produksi dalam negeri harus ditingkatkan," tuturnya.

Ali Ghufron menuturkan banyak faktor pengaruhi harga tes cepat Covid-19 saat ini termasuk penggunaan peralatan dan bahan lain selain alat tes cepat saat pelaksanaan tes cepat seperti alat pelindung diri dan alkohol.

Dalam memproduksi alat tes cepat buatan dalam negeri saat ini, masih ada bahan yang diimpor dari luar negeri seperti primer mix. Namun persentase tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih jauh lebih besar. Alat tes cepat buatan dalam negeri itu seharga Rp 75 RIBU per unit.

Dia menuturkan penggunaan TKDN ke depan bisa sampai 100 persen, tapi masih perlu penelitian lebih lanjut dan inovasi. "Dihitung banyak hal, TKDN lebih dari 70 atau 80 persen," ujarnya.

Ali Ghufron mengatakan saat ini pemesanan alat tes cepat dalam negeri dapat dilakukan di Pusat Pelayanan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Pemesanan dapat dilakukan secara teratur dan tidak mendadak karena perlu dipersiapkan untuk proses produksinya.


Ketika ada pemesanan, maka produksi akan langsung dilakukan. "Saya kira, jelas kita berani bersaing untuk harga," ujar Ali Ghufron.

Berita Terkait
  • 55 Rumah Sakit di Surabaya Terima Ribuan Alat Rapid Rest
  • Santri Ponpes Gontor Terpapar Covid-19 Bertambah
  • Indonesia Impor Rapid Test, YLKI Khawatir Abal-abal
Berita Lainnya
  • Polres Gunung Kidul Ungkap Kasus Penambangan Ilegal
  • Ganjar Minta Warga Sekitar Merapi Bekerja Seperti Biasa

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

Kemristek Dorong Peningkatan Produksi Alat Tes Cepat Covid

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya