0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

Republika Online
Republika Online - Mon, 24 Jan 2022 02:23
Dilihat: 89
Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

JAKARTA -- Metode RT-LAMP (reverse transcription loop mediated isothermal amplification) untuk mendeteksi Covid-19 diklaim telah terbukti secara saintifik dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengatakan, RT-LAMP merupakan salah satu bukti bahwa para periset dengan kepakaran yang berbeda bisa berkolaborasi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Tugas saya memfasilitasi para periset kita supaya RT-LAMP ini bisa mencapai proven secara saintifik dan memenuhi standar regulasi," ungkap Handoko dalam siaran pers, Ahad (23/1).

RT-LAMP merupakan hasil riset kolaborasi antara para periset BRIN dari Pusat Riset Kimia, Pusat Riset Fisika, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, Pemerintah Provinsi Banten melalui Laboratorium Kesehatan Daerah, dan mitra swasta, yakni PT Biosains Medika Indonesia. Handoko mengakui, para periset kita belum pernah melakukan penelitian serupa sebelumya.

"Kalau kita bicara riset, riset itu 90 persen gagal. Teman-teman periset kita berjuang begitu keras dan lama untuk mencapai standar regulasi dan saintifik ini," kata dia.

Sementara itu Plt Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) BRIN, Agus Haryono, mengatakan, di negara lain seperti Belanda dan Spanyol, metode RT-LAMP digunakan sebagai golden standard yang setara dengan RT-PCR.

"Harapannya RT-LAMP ini bisa menjadi salah satu alternatif golden standard. Saat ini kami juga mengembangkan RT-LAMP versi pengambilan sampel melalui saliva (air liur)," kata dia.

Peneliti dari Pusat Riset Kimia OR IPT BRIN, Tjandrawati Mozef, menjelaskan, RT-LAMP menggunakan sampel ekstrak RNA hasil swab hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik. Namun menurutnya, dengan sampel saliva yang sudah diinaktivasi juga bisa dideteksi dengan kit ini, selama sampelnya itu mengandung RNA virus.

Dia menerangkan, pengambilan lokasi sampel berkaitan dengan proses infeksi itu sendiri. Sampel diambil dari hidung, kata dia, karena reseptor virus itu ada di saluran pernapasan atas. Menurut dia, virus berkembang biak lebih dulu di lokasi tersebut. Beberapa hari kemudian setelah virusnya berkembang biak dan jumlahnya banyak baru masuk ke saliva yang kemudian bisa menularkan.

"Karena penularannya kan melalui droplet. Jadi memang tergantung kebutuhan, kalau ingin tahu secara dini, mau tidak mau sampelnya harus diambil dari hidung," jelas dia.

Selain Kit RT-LAMP, BRIN juga tengah mengembangkan alat real-time turbidimeter, yang sedang dalam proses sertifikasi. Alat ini bisa meningkatkan performa dari sisi deteksi karena hasilnya dapat dideteksi secara kuantitatif.

"Alat yang kami buat ini mendukung reagen atau kit RT-LAMP yang telah lebih dulu dikembangkan. Sehingga hasilnya berupa keruhan bisa dilihat secara kuantitatif, realtime, suhunya bisa di-setting. Dengan realtime kita bisa melihat hasilnya, jadi lebih akurat dan mengurangi subyektivitas," jelas peneliti dari Pusat Riset Fisika BRIN, Agus Sukarto.


Berita Terkait
  • BRIN Ajak UMKM Manfaatkan Riset Agar Kuliner Bisa Dikemas Kaleng
  • BRIN: Ada Enam Begonia Jenis Baru di Sumatra
  • BRIN: Anggrek Kantung Terancam Kelestariannya di Indonesia
Berita Lainnya
  • Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran
  • Poliban Sediakan Jalur Masuk Prestasi untukStand-up Comedy

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

Kepala BRIN Sebut RT-LAMP Bukti Kolaborasi Periset Multikepakaran

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya