0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 26 Nov 2020 07:47
Dilihat: 69
Manila

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyatakan ketegangan di Laut China Selatan akan memuncak karena persaingan Amerika Serikat dan China, tetapi suasana akan tetap terjaga jika negara-negara di Asia Tenggara tetap bersatu untuk mempertahankan status quo.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) terjebak di tengah-tengah rivalitas AS dan China dan upaya mereka memperebutkan pengaruh di kawasan. Namun, ASEAN memiliki kemampuan untuk memelihara stabilitas di kawasan dan seluruh anggota perhimpunan harus menempuh cara yang sama, kata Lorenzana.

Baca Juga: Menlu Retno Tegas Upayakan Solidaritas KTT ASEAN-PBB

"Di mana ASEAN di tengah rivalitas negara-negara kuat? Visi Sentralitas ASEAN memang ada, tetapi yang terjadi justru sebaliknya," ujar dia.

"ASEAN, jika bersatu, maka akan memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi isu dan peristiwa di Laut China Selatan," kata Lorenzana.

Untuk seorang menteri anggota ASEAN, pernyataan Lorenzana diyakini cukup lugas. ASEAN cukup jarang berbicara mewakili perhimpunan untuk menentang militerisasi secara terang-terangan atau bersikap agresif. Pasalnya, beberapa negara khawatir langkah itu akan membuat geram Beijing atau Washington.

Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam memperebutkan wilayah di Laut China Selatan dengan China. Negara-negara itu, kecuali Brunei, sempat menghadapi kapal-kapal China di batas wilayahnya.

China tidak mengakui keputusan mahkamah arbitrase internasional pada 2016 yang membatalkan klaim Beijing bahwa kedaulatan wilayahnya membentang di sebagian besar wilayah Laut China Selatan.

Lorenzana mengatakan isu Laut China Selatan jadi masalah utama yang dibahas Filipina bersama Jepang, China, Australia, Prancis, dan Amerika Serikat, sejak Mei 2020.

"Apa makna dari pertemuan ini? Laut China Selatan penting untuk banyak negara," kata dia.

"Ketegangan di Laut China Selatan akan terus memuncak karena China akan terus menuduh AS dan negara lain telah melakukan provokasi serta upaya melemahkan stabilitas di kawasan ... (ada tudingan) Barat berupaya menghentikan China," kata dia.

China telah meningkatkan jumlah patroli dan latihan militernya tahun ini, beberapa di antaranya digelar di pulau sengketa yang juga diklaim oleh Vietnam. Sementara itu, AS mengerahkan kapal perangnya sebagai wujud dukungan terhadap lalu lintas perairan yang bebas.

AS dan China saling tuduh masing-masing pihak sengaja membuat provokasi. Lorenzana mengatakan negara-negara di Asia Tenggara khawatir ancaman konflik bersenjata dapat terus memuncak.

Filipina, yang merupakan sekutu AS, "akan terlibat dalam konflik, suka atau tidak suka," kata Lorenzana.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: AP Photo/Aijaz Rahi

Sumber: wartaekonomi

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

Ketegangan LCS Bisa Memuncak Sewaktu-waktu, Negara ASEAN Diminta Bersatu

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya