0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

Antvklik
Antvklik - Thu, 16 Jan 2020 11:13
Dilihat: 117

Kala waktu sudah berpindah. Jaman telah berubah. Ada penguasa baru batas-batas nagari. Hukum pun telah ditetapkan dan disepakati. Tidak sembarang menciptakan nagari baru. Apalagi penguasa nagari. Mengejutkan bila ada yang mengklaim tak hanya sebagai penguasa nagari namun juga penguasa jagatraya. Namun apakah Ia salah?

antvklik.com - Keraton Agung Sejagat!

Ya! Begitulah nama keraton anyar itu. Menggegerkan seantero negeri Indonesia. Berpusat di Desa Pogung, Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Rakyatnya ada 450 orang. Komunitas keraton ini sudah dirintis sejak 2015 silam.

Awalnya adalah sekumpulan orang yang peduli pada budaya. Pada kejayaan Nusantara. Pada kerajaan Majapahit. Tata nagari pusat maupun nagari jajahan yang rapi.

Totok Santoso dan istrinya, Fanni Aminadia mengklaim sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. (Foto: Borobudurnews)

Majapahit baru kini dibangun kembali. Bangkit! Wilujengan dan Kirab Budaya digelar pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020). Sah! Telah berdiri Keraton Agung Sejagat!

"Kita umumkan kepada dunia Keraton Agung Sejagat sebagai induk daripada seluruh kingdom state tribune colony atau republik yang ada di dunia ini menyatakan menjadi jondang (kotak) terhadap konflik yang terjadi di seluruh dunia," kata Sang Raja Keraton Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat. Keraton Agung Sejagat adalah induk dari seluruh negara di dunia.

Totok juga menyatakan bahwa ia adalah Rangkai Mataram Agung yang menjadi juru damai dunia.

Ada yang salah? Tidak! Setiap orang boleh kok mengklaim siapa dirinya. Kalau Anda percaya ya syukur. Kalau Anda tidak percaya ya sudah. Gitu saja kok repot!

Tapi kan komunitas ini mengganggu ketertiban umum?! Begini, kalau mengganggu ya laporkan saja ke pamong desa. Lalu teruskan ke Polsek. Mereka sudah lama loh melakukan kegiatan budaya dan selalu ramai didatangi orang dari berbagai daerah. Mengapa baru sekarang diributkan soal mengganggu ketertiban umum?

Potensi Duit!

Coba kalau desa mau mengelola. Masyarakat mau bersinergi. Sama-sama untung kan? Punggawa Keraton Agung Sejagat bagian penerima tamu, Puji Widodo mengatakan berdasarkan daftar pada buku tamu tercatat sudah ada sekitar 300 pengunjung. Nah, tamu yang tidak tercatat bisa jadi juga ratusan jumlahnya.

Kalau penduduk sekitar berjualan, membuka lahan parker, pasti mendapatkan keuntungan dari sini! Bukankah fenomena viral Keraton Agung Sejagat ini mengandung nilai ekonomis?

Coba deh kita lihat dari sudut pandang yang lain!

Mungkinkah gak sih pemerintah merangkul mereka? Mungkin gak sih pemerintah memberi fasilitas dan kelonggaran beracara? Loh, jangan tertawa! Mereka ini bisa menghidupkan Purworejo loh! Dengan acara-acara, kirab-kirab yang mereka lakukan akan menjadi daya tarik wisata. Malah bisa menjadi agenda wisata tetap! Ada duitnya loh!

Yah, paling tidak jadi lucu-lucuan lah! Menghibur rakyat Indonesia yang kebanyakan depresi! Depresi mikir biaya kebutuhan hidup sementara di pusat sana orang berlomba-lomba korupsi menguntit duit negara, duit nasabah!

Karakter Khas Negeri +62

Orang-orang di negeri ini doyan sekali membesar-besarkan masalah kecil dan tentu saja mengecilkan masalah besar. Keraton Agung Semesta ini masalah kecil. Namun menjadi besar setelah dikaitkan dan ditudingkan sesuatu yang dahsyat dari sekedar mengganggu ketertiban umum yaitu gerakan makar! Aliran sesat! Penipuan! Wahai, kalian keterlaluan menuding! Berlebihan!

Seolah negeri muda ini kebakaran jenggotnya! Makar bagaimana? Mereka ini tidak membenturkan diri dengan NKRI loh. Setidaknya tidak terang-terangan sih

"Kami ingin mengetahui motif apa di balik deklarasi keraton tersebut," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Selasa (14/1/2020). Jajaran intelijen dan reserse kriminal umum telah diterjunkan untuk mengumpulkan data-data. Aspek legalitas ditilik, aspek sosial kultural, termasuk pula kesejarahan dikuak.

Mau diselidiki pakai alat apapun sudah jelas hasilnya!

Legalitas kerumunan memang harus ditertibkan! Oke! Aspek sosial kultural maupun kesejarahan memang tidak berdasar. Kelompok mereka sendiri yang mempercayai keterhubungan sejarah Majapahit dengan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. Apakah ini salah? Tentu saja tidak! Ini seperti ketika sekelompok orang percaya si A adalah nabi mereka.

Celakanya, kelompok pimpinan Totok Santoso dan istrinya, Fanni Aminadia harus berhadapan dengan kelompok besar masyarakat yang telah terkooptasi pikirnya oleh agama mereka, oleh sudut pandang homogenitas sehingga apa yang muncul di luar mereka adalah sesat! Tidak lazim! Ancaman komunal! Harus diberangus!

Kebenaran Sejarah?

Menyebarkan kebohongan?! Apakah demikian bagi kelompok mereka? Tentunya bagi mereka apa yang disampaikan Totok adalah kebenaran. Kita yang mengatakan mereka bohong! Karena kita [seolah] punya kebenaran sendiri! Kita tidak siap menerima "kebenaran" di luar diri kita. Kita sungguh memprihatinkan!

Totok mengklaim istrinya adalah titisan Dyah Gitarja, ibunda dari raja Hayam Wuruk (1350-1389). Dyah Gitarja bersuamikan Cakradhara yang kemudian bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel. Nama ini diklaim Totok sebagai dirinya.

Menurut sejarah, benar adanya, Dyah Gitarja adalah Ratu Majapahit yang bergelar Tribhuwana Tunggadewi yang turun tahta pada 1350 bersamaan dengan meninggalnya Gayatri, ibundanya. Pada masa Tribhuwana memimpin Majapahit, banyak peristiwa penting terjadi salah satunya Gajah Mada mengucap Sumpah Palapa.

Di masa pemerintahan Tribhuwana, Majapahit memperluas wilayahnya hingga Hayam Wuruk naik tahta. Majapahit redup setelah Gajah Mada lalu disusul Hayam Wuruk meninggal dunia. Kerajaan terbesar di Nusantara itu pun runtuh 1478.

Totok Pedagang Angkringan

Woooiii Sebentar, sebenarnya Totok Santoso yang mengklaim diri sebagai keturunan trah wangsa Sanjaya pendiri Majapahit dan membangun Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, ternyata aslinya adalah pedagang angkringan di Yogyakarta. Datang ke Yogyakarta lalu sewa rumah di RT 05/RW 04 Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman sejak 2018.

Rumah kontrakan Totok di RT 05/RW 04 Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman sejak 2018. (Foto: KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA)

Lalu hijrah ke Purworejo mendirikan bangunan yang dijadikan sebagai istana itu berada di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Uangnya darimana? Dari pungutan atau iuran anggotanya, jumlahnya bisa puluhan juta rupiah, begitu kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Kok anggotanya mau? Totok menjanjikan pada para anggotanya akan diberi kesejahteraan, per bulan akan diberi uang sekitar 30 juta rupiah. Uangnya masih disimpan di Swiss dan belum cair. Wow!

Totok Santoso berusaha meyakinkan para calon pengikutnya dengan mengumpulkan identitas dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atau mencetak sendiri pakai lambang PBB. Modus! Mengelabuhi orang-orang kampung. Edan!

Tapiii apakah memang benar sejarah yang dipercaya kelompok Keraton Agung Sejagat?

Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhirnya "perjanjian 500 tahun" yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018. Perjanjian 500 tahun dilakukan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

Oke, balik lagi ke akurasi sejarah. Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Purworejo Pram Prasetya Achmad menyangkal akurasi sejarah itu! Berdasarkan catatan sejarah, Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1478! Bukan 1518! Pemahaman keliru tentang sejarah tersebut menjadi salah satu alasan bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo mengeluarkan instruksi kepada Keraton Agung Sejagat untuk menghentikan segenap aktivitasnya.

Keraton Agung Sejagat juga tidak memiliki kegiatan jelas dan tidak memenuhi berbagai standar perizinan. Selain bangunannya tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), sebagai lembaga, KAS juga tidak memenuhi syarat berdirinya organisasi kemasyarakatan (ormas) atau organisasi kesenian ataupun kebudayaan.

Raja dan Ratu Ketoprak Ditangkap Polisi

Oke! Tangkap Totok Santoso dan istrinya, Fanni Aminadia!

Totok Santoso dan Fanni Aminadia Mereka dicokok polisi, Selasa (14/1/2020) malam beserta 5 punggawa keraton.

Totok Santoso dan istrinya, Fanni Aminadia mengenakan baju tahanan. (Foto: Facebook)

Keduanya dijerat Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana soal pemberitaan bohong yang menerbitkan keonaran dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Runtuh sudah Keraton Agung Sejagat!

Mercusuar dunia batal menengok ke asia tenggara!

Batal membelalak ke Indonesia!

Batal membuat negara-negara seluruh dunia tunduk!


Ketoprak humor kini telah bubaran. Menyisakan kenangan lucu tak terlupakan. Sutradaranya menginap di hotel prodeo. Entah apakah 17 Agustus 2020 Totok dan para anggota kerajaannya ikut karnaval atau tidak. Kita tunggu saja

Sumber: Antvklik

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

Ketoprak Humor: Runtuhnya Keraton Agung Sejagat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya