0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 19:15
Dilihat: 42
Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

JAKARTA - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas mengatakan Kementerian Sekretariat Negara memang mengajukan perbaikan dalam naskah Undang-Undang Cipta Kerja. Salah satunya adalah pasal 46 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang seharusnya dihapus dari undang-undang sapu jagat itu.

"Itu benar, kebetulan Setneg yang temukan. Jadi itu seharusnya memang dihapus, karena itu terkait dengan tugas BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas," ujar Supratman saat dihubungi, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan, awalnya pemerintah berkeinginan mengusulkan pengalihan kewenangan penetapan toll fee dari BPH Migas ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tetapi, keinginan tersebut tak disetujui oleh Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja.

Namun dalam naskah yang tertulis, pasal tersebut masih ada dalam draf UU Cipta Kerja berjumlah 812 halaman yang dikirim oleh Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar. Baleg, kata Supratman, juga telah memastikan pasal tersebut seharusnya dihapus.

"Itu benar seharusnya tidak ada, karena seharusnya dihapus. Karena kembali ke undang-undang eksisting, jadi tidak ada di UU Cipta Kerja," ujar Supratman.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan perubahan sama sekali tak mengubah substansi yang telah disetujui di tingkat Panja. Termasuk dihapusnya Pasal 46 UU 22/2001, sebab di tingkat Panja hal itu memang seharusnya dihapus. "Jadi itu kan soal penempatan saja dan koreksi, tidak mengubah isi sama sekali," tegas Supratman.

Sebelumnya, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Mulyanto mengungkapkan, Kementerian Sekretariat Negara mengajukan revisi Undang-Undang Cipta Kerja sebanyak 88 halaman dan 158 item. Hal tersebut dilakukan pada dua hari usai Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menyerahkan naskah UU yang berjumlah 812 halaman, ke pihak Istana.

Namun, ia mengaku tak mengetahui apa yang direvisi oleh Setneg. Sebab, panitia kerja (panja) Baleg UU Cipta Kerja telah dibubarkan usai pengesahan yang dilakukan dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020.

"Perbaikan draf RUU Cipta Kerja sebanyak 158 item dalam 88 halaman berdasarkan recall tanggal 16 Oktober 2020," ujar Mulyanto.

Diketahui, draf final RUU Cipta Kerja yang diserahkan kepada pemerintah berjumlah 812 halaman. Sebelum draf final tersebut diserahkan kepada Presiden, beredar banyak naskah yang bervariasi jumlah halamannuya.

Mulai dari 1.028 halaman, 905 halaman, 1.052 halaman, dan 1.035 halaman. Terbaru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah mengaku menerima naskah Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang berjumlah 1.187 halaman.



Berita Terkait
  • Menaker: UU Ciptaker Pintu Masuk Pembangunan Ketenagakerjaan
  • Buruh Rancaekek Turun ke Jalan Tolak UU Omnibus Law
  • Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi
Berita Lainnya
  • Daerah Kategori Merah Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19
  • Pemkot Bogor Diminta Perketat Protokol Kesehatan Wisata

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

Ketua Baleg: Setneg Minta Hapus Pasal 46 Soal Migas

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya