0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 27 Dec 2018 11:25
Dilihat: 249
Jakarta

Status Gunung Anak Krakatau naik dari Waspada menjadi Siaga. Karena itu radius zona bahaya pun diperluas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan zona berbahaya Gunung Anak Krakatau diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer. Sehingga masyarakat diminta tidak mendekat 5 km dari puncak gunung.

"Zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.

Di dalam radius 5 km itu sendiri tidak ada permukiman. Sementara itu BMKG merekomendasikan, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi sejak Juli 2018, erupsi berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Pada 22 Desember 2018, lereng barat-baratdaya longsor (flank collapse) dan longsoran masuk ke laut. Inilah kemungkinan yang memicu terjadinya tsunami.

"Pengamatan Gunung Anak Krakatau selama 27 Desember 2018 pukul 00.00 - 06.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, tremor menerus dengan amplitude 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan," jelasnya.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta selalu berpegang pada informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunungapi dan BMKG terkait peringatan dini tsunami selaku institusi yang resmi.

"Jangan percaya dari informasi yang menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan," harapnya.

Penulis/Editor: Irfan Mualim


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

Kini Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat 5 Km

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya