0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

Republika Online
Republika Online - Sun, 20 Sep 2020 04:45
Dilihat: 58
Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

JAKARTA -- Yvonne Ridley membagikan pengalamannya menemukan Islam. Ia mengaku banyak orang yang telah salah dalam memandang agama ini karena berbagai propaganda.

Menurut Ridley, dirinya tidak terkejut saat banyak media yang bereaksi histeris atas pertimbangannya menjadi seorang Muslim. Bahkan, beberapa komentar di artikel seakan menyudutkan dan bernada sinis.

"Seorang jurnalis juga menuduh saya menderita Stockholm Syndrome, karena pernah diculik oleh Taliban selama 10 hari," ujar Ridley, dilansir Islam Web, Sabtu (19/9).

Ridley mengatakan pada dasarnya perjalanan spiritual yang dilaluinya adalah urusan pribadi antara dirinya dan Tuhan. Namun, saat ini itu menjadi itu umum, membuat dirinya memutuskan berbagi pengalaman tentang Islam untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut.

Pada awalnya, Ridley berkenalan dengan Islam secara tidak terduga. Saat itu, ia harus berada dalam tahanan Taliban dengan tuduhan memasuki Afghanistan secara ilegal.

Suatu hari, selama penahanan tersebut, Ridley dikunjungi oleh seorang ulama yang bertanya kepadanya pendapat tentang Islam dan apakah ingin menjadi seorang Muslim. Saat itu, ia mengaku sangat ketakutan.

"Selama lima hari saya berhasil menghindari topik agama di negara itu. Jika saya memberikan jawaban yang salah, saya telah meyakinkan diri saya sendiri akan dilempari batu sampai mati," kata Ridley.

Setelah berpikir dengan hati-hati, Ridley berterima kasih atas tawaran ulama tersebut. Ulama itu menurutnya tidak bersikap memaksa dan mengatakan sulit membuat keputusan karena dirinya sedang berada dalam tahanan.

Namun, dalam hati Ridley saat itu, ia berjanji akan mempelajari Islam jika dibebaskan dan kembali ke Inggris, tepatnya tempat ia menetap di Ibu Kota London. Beberapa hari kemudian ia dibebaskan tanpa cedera atas dasar kemanusiaan atas perintah Mullah Omar, pemimpin spiritual Taliban.

Para penculik menurut Ridley memperlakukan dirinya dengan sopan dan hormat. Sebagai gantinya, ia menetapi janji untuk mulai mempelajari Islam.

"Ini seharusnya seperti studi akademis, tetapi ketika saya menjadi lebih asyik dengan setiap halaman, saya menjadi lebih terkesan dengan apa yang saya baca," kata Ridley.

Ridley juga meminta nasihat dan saran dari beberapa akademisi Islam terkemuka, salah satunya Zaki Badawi. Ia juga diberi beberapa buku oleh Sheikh Abu Hamza AI-Masri yang ditemuinya setelah berbagi platform di debat Oxford Union.

Ridley merasa beruntung telah mendapat dukungan dan pengertian dari saudara-saudari Muslim lainnya. Tidak satu pun dari mereka yang menurutnya telah memaksa ia menjadi seorang Muslim.

Meski merasa tidak ada tekanan untuk menjadi Muslim, tekanan nyata untuk menjauh dari Islam datang dari beberapa teman dan jurnalis. Ridley mengatakan mereka merasa tidak nyaman dengannya, bukan karena sikap atau perbuatan buruk, namun hanya karena agama yang dianutnya saat ini.

"Anda akan mengira saya telah membuat perjanjian dengan iblis atau ingin menjadi penyihir agung di Ku Klux Klan," ujar Ridley tentang pandangan orang-orang di sekitarnya.

Ridley juga mengatakan tak sedikit yang menduga dirinya telah dicuci otak. Pada kenyataannya banyak perempuan Muslim yang berpendidikan dan cerdas, bahkan menyadari peran politik.

Ridley berharap memiliki pengetahuan seperti itu ketika ditangkap oleh Taliban. Ia ingin bertanya kepada kelompok tersebut mengapa mereka memperlakukan perempuan mereka sendiri dengan begitu buruk.

"Alquran telah memperjelas semua Muslim, pria dan wanita sama-sama memiliki nilai, spiritualitas dan tanggung jawab," kata Ridley.


Berita Terkait
  • Pengungsi Afghanistan Berharap Segera Pulang
  • Riset Islam 2 Tahun, Lalendle Youtuber Afsel Bersyahadat
  • Taliban Hampir Rebut Kota Penting Afghanistan
Berita Lainnya
  • Infografis Pola Makan Penderita GERD
  • Solskjaer akan Beri Menit Bermain Lebih Banyak pada Bailly

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

Kisah Mualaf Yvonne Ridley, Berawal dari Tahanan Taliban

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya