0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 21 Sep 2020 13:00
Dilihat: 47
Jakarta

Perusahaan asuransi kesehatan nyatanya mendapat keuntungan dalam krisis saat ini. Alasannya, biaya medis yang lebih rendah dan pendaftaran yang lebih tinggi akibat dari peningkatan pengangguran. Biaya medis akan meningkat dengan pertumbuhan jumlah operasi elektif yang dilakukan.

Tahun 2020 sepertinya adalah milik perusahaan raksasa Cigna. Bagaimana tidak, Cigna panen cuan dan menikmati kenaikan fantastis dalam Global 500 versi Fortune ini. Perusahaan naik 197 peringkat di tahun ini.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Ford, Mobilnya Orang Amerika

Penggabungan dengan Express Scripts adalah alasan utama meningkatnya posisi Cigna. Integrasi Express Scripts, selesai pada bulan Desember 2018, memicu pertumbuhan pendapatan yang bahkan melebihi ekspektasi.

Cigna sendiri sebelum merger memiliki pendapatan pada 2019 melonjak menjadi 140 miliar dolar AS, dibandingkan dengan perkiraan semula 131 miliar dolar menjadi 133 miliar dolar.

Lonjakan-lonjakan dahsyat sukses dicapai Cigna pada 2020. Pendapatan tahunan perusahaan menanjak sebesar 215,7 persen dan laba bersih pun juga meningkat sebesar 94 persen dengan total keuntungan 5,1 juta dolar AS pertahun. Dengan demikian, hasil itu menempatkan perusahaan raksasa AS berada di peringkat 32 besar dalam Global 500.

Warta Ekonomi kali ini, Senin (21/9/2020), bakal mengulas perjalanan panjang raksasa asuransi dan layanan kesehatan dunia itu. Dikutip dan diolah dari berbagai sumber, kami sajikan ulasan lengkap itu menjadi artikel sebagai berikut!

Cigna adalah perusahaan layanan kesehatan kelas dunia yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Selain melayani perawatan kesehatan, Cigna juga menawarkan produk-produk seperti asuransi jiwa, kecelakaan, kecacatan, dan gigi. Program pensiun, bagi hasil dan tabungan hari tua termasuk di dalam program milik Cigna.

Cikal bakal Cigna Corporation dimulai dengan perusahaan pendahulunya yaitu Insurance Company of North America (INA). INA didirikan oleh sekelompok orang Philadelhia mahsyur pada November 1792, Pennsylvania's State House.

Sementara Connecticut General Life Insurance Company didirikan pada 1865. Perusahaan itu mulai berkembang dari fokusnya pada asuransi jiwa dan tunjangan karyawan hampir satu abad kemudian, ketika mengakuisisi perusahaan lain.

Pendirian INA, Salah Satu Asuransi Tertua

Insurance Company of North America bisa dikatakan sebagai leluhur raksasa layanan kesehatan dunia, Cigna. INA saat itu berperan sebagai pusat keuangan AS ketika negara itu baru mulai berkembang secara ekonomi.

Di pengujung 1792, sekelompok pengusaha mulai dari tukang kayu hingga pengacara bertemu untuk mendirikan perusahaan asuransi umum. Alasan para pengusaha itu sederhana yakni bisnis mereka tidak bisa tumbuh kecuali ada asuransi yang dapat diandalkan. Ditambah baru ada asuransi kecil di wilayah Philadelphia, yaitu asuransi kebakaran skala kecil. Kuat kiranya alasan para pengusaha mencari perlindungan yang lebih besar.

INA pertama kali menyepakati polis nasabahnya pada 19 Desember 1792. Di hari itu pula, bisnis INA dikatakan berjalan. Secara organisasi, seorang pedagang dari Philadelphia, John M. Nesbitt ditunjuk sebagai presiden perusahaan. Sementara Ebenezer Hazard, yang berprofesi sebagai pebisnis dan sejarawan duduk di kursi sekretaris yang bertanggung jawab atas kegiatan bisnis harian.

Untuk memperkuat posisinya, pendirian INA mendapat persetujuan dari badan legislatif AS pada 1974. Perusahaan diberi kewenangan oleh badan itu untuk mencatat asuransi kelautan, kebakaran, dan jiwa.

Pekerjaan awal INA saat itu adalah mengasuransikan lambung kapal dan kargo perdagangan, baik lokal maupun internasional. Oleh karena tuntutan kondisi, pada akhir 1794, pejabat INA mulai mengasuransikan bangunan dan isinya. Itu artinya INA menjadi perusahaan asuransi AS pertama yang menawarkan perlindungan atas harta benda pribadi dan bisnis.

Pada 1807 INA mendirikan agen pertamanya, di Lexington, Kentucky, mendirikan sistem agen AS. Perusahaan menunjuk agen independen sampai di perbatasan Pennsylvania, Kentucky, Ohio, dan Tennessee.

Di masa awal bisnisnya, INA sempat mengalami kerugian. Inggris mulai merebut kapal-kapal AS yang berlayar di laut pada 1799. Selanjutnya terjadi embargo maritim pada 1808. Beberapa tahun kemudian perang 1812 dan depresi keuangan pada 1813 berdampak pada bisnis INA yang menyebabkan perusahaan rugi besar.

Pada 1815, persaingan bisnis asurnasi menjadi lebih kompetitif. Saat suku bunga turun, INA menghadapi jenis ancaman berbeda. Sang presiden baru, John Inskeep yang ditunjuk pada 1806 meminta perusahaan menginvestasikan keuntungan daripada membayar dividen. Kebijakan investasi dan cadangan yang konservatif ini, ditambah dengan bisnis asuransi kebakaran yang berkembang, membuat perusahan tetap untung.

Pada pertengahan abad ke-19, INA memainkan peran utama dalam membentuk Philadelphia Board of Marine Underwriters. Itu adalah sebuah organisasi yang menstandarkan tarif premi dan format kebijakan, mengumpulkan statistik, melaporkan penipuan asuransi, dan mengikuti regulasi komersial dan hukum maritim.

Pembentukan Philadelphia Board of Marine Underwriters bertepatan dengan titik tertinggi untuk asuransi kelautan di abad ke-19. Antara 1840 dan 1861 tonase perdagangan luar negeri AS meningkat empat kali lipat. Peningkatan ini sebagian disebabkan oleh kapal pemotong baru, Clipper.

Kapal Clipper dibangun dengan baik dan memiliki catatan keselamatan yang sangat baik. Singkatnya, itu adalah risiko asuransi yang baik.

INA telah memasuki bidang lain yang menguntungkan, yakni bisnis asuransi pengiriman emas. Langkah itu dimulai pada 1859 ketika ladang emas California ditemukan satu dekade sebelumnya. Uniknya, agen di California, Joshua P. Havens, mengirimkan premi ke kantor INA Philadelphia dalam bentuk debu emas, yang ditukar sekretaris dengan mata uang.

Pada 1863 perusahaan mengorganisir kantor-kantor menjadi departemen terpisah. Dari 40 agen lokal yang ditunjuk di wilayah itu pada 1860, departemen bisnis barat berkembang menjadi 1.300 agen pada 1876.

Meskipun pandangan umumnya konservatif, INA sering mengasuransikan risiko yang tidak biasa. Oleh karena itu, pada 1905, perusahaan mulai mengasuransikan mobil dari kebakaran dan pencurian. Pertanggungan tabrakan ditambah pula pada 1907.

Pada akhir Perang Dunia I, permintaan untuk jenis pertanggungan ini telah tumbuh sedemikian rupa. INA kemudian mengorganisir afiliasi korban dengan membentuk Indemnity Insurance Company pada 1920.

Sebagai bagian dari ekspansinya, INA menyelenggarakan atau mengakuisisi beberapa anak perusahaan asuransi jiwa, yang relatif kecil dibandingkan dengan kepentingan utamanya di asuransi properti dan kecelakaan. Pada 1978 perusahaan melakukan diversifikasi ke area terkait ketika mulai mengakuisisi perusahaan manajemen rumah sakit dan organisasi pemeliharaan kesehatan (HMO).

Semua gerakan ini mencerminkan keinginan INA untuk menjadi organisasi keuangan besar yang menawarkan berbagai layanan. Pada tahun 1981 perusahaan melihat merger dengan Connecticut General Corporation (CG) sebagai cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Pendirian CG, Si Penjual Asuransi Jiwa

Guy R. Phelps, salah satu pendiri Connecticut Mutual Company melihat kondisi asuransi di AS jauh di bawah standar. Secara khusus, Guy menyebut asuransi jiwa yang ada bahkan lebih buruk. Dengan alasan tersebut, ia kemudian mendirikan Connecticut General atau CG pada 1865.

Awalnya, firma baru itu diberi nama Connecticut Invalid, tetapi karena khawatir kata "invalid" memiliki ambiguitas, lantas Guy mengubah namanya menjadi Connecticut General Life Insurance Company. Langkah pertama perusahaan mengasuransikan hidup sehat mengasuransikan risiko rendah.

Di bawah Presiden Thomas W. Russell, CG menjadi makmur dari pertumbuhan pasca-Perang Saudara dalam penjualan asuransi jiwa. Dalam beberapa tahun, perusahaan memiliki agen di lebih dari 25 negara bagian, tetapi meningkatnya persaingan, penurunan tarif, dan persepsi publik yang buruk tentang perusahaan yang mengasuransikan penyandang cacat, menyebabkan tenaga penjualan menyusut secepat pertumbuhannya.

Di bawah Russell, CG mengatasi depresi menyusul kepanikan pada 1873 dan upaya pengambilalihan oleh Continental Life Insurance Company of Hartford. Pada 1880 perusahaan itu kembali stabil dan mulai tumbuh.

Russell meninggal pada tahun 1901 dan posisinya digantikan oleh Robert W. Huntington, yang telah bergabung dengan perusahaan sebagai juru tulis 11 tahun sebelumnya. CG hanya memiliki 12 karyawan kantor pusat dan memiliki izin untuk melakukan bisnis di empat negara bagian New England, serta New York, Pennsylvania, dan Ohio.

Huntington menekankan investasi yang baik, terutama dalam hipotek pertanian, rel kereta api, dan utilitas. Dia juga memangkas biaya operasional dan menggunakan tabungannya untuk memasuki area baru.

Pada 1912 CG membentuk departemen kecelakaan. Tahun berikutnya CG mulai menawarkan asuransi grup, mengasuransikan 100 karyawan Hartford Courant.

Asuransi grup berkembang perlahan untuk CG hingga 1917, ketika perubahan pajak perusahaan menjadikannya sebagai biaya yang dapat dikurangkan. CG mendirikan departemen grupnya pada 1918 dan mendapatkan kontrak besar pertamanya --mencakup 5.400 karyawan Gulf Oil-- tahun itu.

Bisnis bangkit kembali pada 1919, ketika rencana kontribusi dikembangkan. Sebelumnya, pengusaha telah membayar total biaya pertanggungan.

Sepuluh tahun kemudian dia mendukung pendekatan baru untuk memasarkan asuransi jiwa yang akan berdampak besar pada perusahaan, yaitu perencanaan harta benda.

Pada 1936 Wilde menggantikan Huntington sebagai presiden. Pemimpin baru CG itu menekankan produk berkualitas tinggi dan tenaga penjualan yang baik.

Pada 1962, CG membeli Aetna Insurance Company (Aetna), sebuah perusahaan besar dalam asuransi kebakaran dan kecelakaan, untuk memperluas posisinya di bidang asuransi.

Perusahaan Aetna didirikan pada 1819 untuk menjual asuransi kecelakaan, dan dua tahun kemudian menjadi perusahaan AS pertama yang menjual asuransi di Kanada. Pada 1851 perusahaan mulai menjual asuransi jiwa juga, tetapi hanya dua tahun kemudian bagian dari operasinya ini dipisahkan menjadi perusahaan terpisah, yang kemudian dikenal sebagai Aetna Life and Casualty Company.

Pada dekade 1960-an, akuisisi Aetna, dengan manajemen fiskal yang baik dan posisi yang unggul dalam asuransi kebakaran dan kecelakaan, menarik bagi CG, yang bertujuan mendapatkan posisi pasar dalam asuransi properti dan kecelakaan. Akuisisi ini merupakan bagian dari tren industri ke arah perusahaan besar yang dapat menawarkan lini asuransi penuh.

Untuk mendukung diversifikasinya sendiri, CG mendirikan perusahaan induk, Connecticut General Insurance Corporation, dengan Connecticut General Life Insurance Company menjadi anak perusahaan. Ini terjadi pada 1967, tahun yang sama ketika INA melakukan langkah serupa.

Pada tahun 1981, sebelum merger dengan INA, Connecticut General Insurance Corporation diubah namanya menjadi Connecticut General Corporation.

Pembentukan Cigna, bergabungnya INA dan CG

Ketika tren menuju perusahaan asuransi yang lebih besar semakin cepat, pada 1981 INA dan CG mengumumkan bahwa mereka akan mempertemukan kepentingan mereka untuk saling melengkapi. Dengan kata lain, keduanya lahir dalam bantuk baru sebagai Cigna Corporation. Nama Cigna merupakan kombinasi dari dua nama perusahaan sebelumnya.

Kekuatan INA dianggap sebagai cerminan dari CG. INA juga memiliki kehadiran internasional yang kuat, sedangkan CG berfokus terutama pada pasar AS.

Pada 31 Maret 1982, semua persetujuan yang diperlukan telah diperoleh, dan Cigna dibentuk. Robert D. Kilpatrick dari CG dan Ralph Saul dari INA menjadi CEO bersama, dan dewan direksi diambil secara seimbang dari kedua organisasi sebelumnya. Pada 1983 Philadelphia dipilih sebagai markas besar Cigna.

Perusahaan baru ini memulai awal yang sulit karena ekonomi yang menurun pada awal 1980-an, tetapi skala ekonomi yang diantisipasi benar-benar terwujud, dan perusahaan terus berkembang.

Pada 1984 CIGNA mengakuisisi AFIA, sebelumnya American Foreign Insurance Association, untuk memperkuat posisinya di luar negeri (dan juga untuk menyelesaikan konflik antara operasi internasional independen INA dan keanggotaan Aetna di AFIA).

AFIA dibentuk pada 1918 oleh sekelompok eksekutif asuransi untuk menawarkan asuransi yang ditulis oleh anggotanya di luar negeri. Setelah menjajaki kondisi penjualan asuransi di Australia, Selandia Baru, Jepang, Hong Kong, India, dan Singapura, dewan AFIA mendirikan agensi di Amerika Selatan, Asia, dan Timur Jauh.

AFIA berhasil melewati Depresi Hebat, tetapi Perang Dunia II, yang melanda banyak area di mana perusahaan paling menguntungkan, memperlambat pertumbuhan dan memotong laba.

Pada 1984 perusahaan memiliki kontak di lebih dari 100 negara dan menawarkan Cigna cara yang baik untuk memperluas pasar internasionalnya. Bergabung dengan operasi internasional Cigna yang substansial, AFIA Worldwide menjadi bagian dari Cigna International, yang berganti nama menjadi Cigna WorldWide.

Pada 1987, anak perusahaan Aetna Insurance Company berganti nama menjadi Cigna Property and Casualty Insurance Company. Dua tahun kemudian, Cigna menghentikan penggunaan nama Aetna sama sekali ketika mengalihkan haknya atas nama dagang ini ke Aetna Life and Casualty Company.

Pada November 1989 William H. Taylor diangkat sebagai ketua Cigna, menggantikan Kilpatrick yang pensiun. Taylor telah bergabung dengan CG pada 1964, ditunjuk sebagai chief financial officer. Karirnya melonjak setelah pembentukan Cigna pada 1982, dan telah menjadi CEO pada November 1988.

Juga pada 1989, perusahaan tersebut membentuk Cigna International Financial Services. Unit ini menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan individu dan kelompok di luar AS.

Pada 1993 Cigna WorldWide dan Cigna International Financial Services digabungkan dengan satu nama, Cigna International.

Pada 1990-an, Cigna beroperasi secara efektif di pasar asuransi yang terkenal untuk pesaing yang lebih besar. Perusahaan melanjutkan tren ketika mengakuisisi EQUICOR-Equitable HCA Corporation, sebuah grup besar asuransi dan perusahaan perawatan kesehatan terkelola dan penyedia tunjangan karyawan terbesar. Dengan kesepakatan 777 juta dolar AS, akuisisi itu berhasil.

Akuisisi tersebut mempercepat pertumbuhan program perawatan kesehatan yang dikelola Cigna. Dari 1985 hingga 1993, perusahaan menginvestasikan total 1,5 miliar dolar AS untuk membangun bisnis perawatan terkelola yang besar, tepat saat industri perawatan terkelola mulai meledak. Cigna HealthCare yang baru diganti namanya menjadi unit perusahaan terbesar dan paling menguntungkan pada awal 1990-an.

Pada 1997 Cigna HealthCare menawarkan rangkaian lengkap produk asuransi kesehatan, gigi, kecacatan, dan jiwa, dengan paket biaya-untuk-layanan tradisional yang dipasarkan di seluruh 50 negara bagian. Unit ini mengoperasikan jaringan perawatan terkelola di 43 negara bagian, District of Columbia, dan Puerto Rico.

Cigna HealthCare tumbuh lebih besar pada 1997 ketika mengakuisisi Healthsource Inc. dengan nilai sebesar 1,4 miliar dolar AS, ditambah asumsi utang 250 juta dolar AS. Itu adalah perusahaan perawatan terkelola dengan sekitar 1,1 juta anggota di HMO yang beroperasi di 15 negara bagian.

Perusahaan tumbuh dengan cepat melalui akuisisi tetapi mengalami beberapa kesulitan pada saat diakuisisi oleh Cigna. Dengan tambahan Healthsource, HMO medis Cigna memiliki total keanggotaan 5,3 juta, dan rencana medis biaya-untuk-layanan perusahaan menghitung tujuh juta anggota.

Cigna menambah penawaran imbalan kerja pada bulan Oktober 1997 dengan pembentukan Cigna IntegratedCare. Unit ini dibentuk untuk menawarkan kepada pemberi kerja kompensasi, disabilitas, dan layanan manajemen medis yang terintegrasi penuh. Pendekatan terintegrasi ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya pemberi kerja dan meningkatkan perawatan dengan menghilangkan kesenjangan.

Pada Juli 1997 Cigna mengumumkan bahwa mereka akan menjual asuransi perorangan kepada Lincoln National Corporation dengan harga tunai sekitar 1,4 miliar dolar AS. Kesepakatan itu baru selesai pada Januari 1998.

Untuk membuat tembok antara kewajiban yang bermasalah, Cigna memisahkan properti domestik dan operasi korban menjadi dua unit. Kesatu, dibentuklah INA Holdings, unit untuk menangani semua bisnis yang sedang berjalan. Kedua, Brandywine Holdings Ltd., menangani beberapa kewajiban lingkungan. Dengan adanya divisi ini, peringkat INA Holdings diharapkan akan meningkat, dan diharapkan bisnis properti dan korban Cigna dapat kembali membaik.

Pada Juli 1999 Cigna menjual baik INA Holdings dan Brandywine Holdings, serta bisnis properti dan korban internasionalnya, kepada ACE Ltd., sebuah perusahaan asuransi yang berbasis di Bermuda, seharga 3,45 miliar dolar AS. Dengan begitu, perusahaan dapat lebih fokus pada segmen kesehatan, kehidupan, dan operasi pensiunnya.

Pada akhir 1990-an Cigna memiliki jaringan internasional yang besar yang sebanding dengan AIG dan Allianz.

Pada Januari 1999 H. Edward Hanway diangkat sebagai presiden dan COO CIGNA, setelah sebelumnya menjabat sebagai kepala unit perawatan kesehatan perusahaan.

Sejak tahun 2000 Hanway menjadi ketua dan CEO, menggantikan Taylor yang pensiun, yang selama 12 tahun memimpin telah mengubah Cigna dari perusahaan asuransi menjadi perusahaan yang berfokus pada tunjangan karyawan --asuransi kesehatan, asuransi jiwa grup, rencana pensiun, dan sejenisnya.

Selama tahun 2001, Cigna menjual operasi asuransi jiwa Jepang yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaanYasuda Fire and Marine Insurance Company Ltd.

Dengan serangkaian divestasi strategis, Cigna telah berkomitmen untuk masa depan yang berfokus pada porsi manfaat karyawan dari industri asuransi dan jasa keuangan. Ini tampaknya merupakan strategi yang bijaksana, meskipun perawatan terkelola merupakan sektor yang sangat bergejolak di pasar asuransi.

Cigna mengalami penurunan pendapatan bersih selama 2001 sebagai akibat dari kenaikan dua digit dalam biaya medis.Perekonomian yang goyah dan pasar saham pada 2001 juga berdampak negatif pada operasi jasa pensiun dan investasi Cigna.

Cigna telah menghabiskan lebih dari 4 juta dolar AS dari 2005 hingga 2009. Tujuannya, mencapai undang-undang yang menguntungkan perusahaan, dengan lebih dari 720.000 dolar AS. Pada saat itu mereka mempekerjakan lebih dari 20 pelobi dari 5 perusahaan untuk berjuang atas nama mereka.

Cigna telah menarik perhatian media pada 2007. Media menyoroti Cigna yang menolak membayar klaim untuk operasi transplantasi hati Nataline Sarkisyan. Selanjutnya mereka membenarkan penolakan mereka dengan mengklaim bahwa pengobatan tersebut masih dalam tahap eksperimental.

Setelah banyak protes dan perhatian media yang negatif, mereka setuju untuk membayar. Sayangnya, saat itu sudah terlambat dan Nataline Sarkisyan meninggal karena ketidakefisienan Cigna.

Pada 2008, Wendell Potter, kepala hubungan masyarakat Cigna meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi pelapor. Dia bersaksi pada 2009 kepada Komite Senat Amerika Serikat tentang Perdagangan, Sains dan transportasi yang mendukung reformasi perawatan kesehatan.

Cigna terkenal dengan donasinya. Pada 2008 mereka menyumbangkan lebih dari 2.533.535 dolar AS untuk badan amal yang mempromosikan kesehatan. Cigna dan karyawannya telah bersama-sama menyumbangkan lebih dari 22.3 juta dolar AS untuk amal dari 1995 hingga saat ini. Mereka juga memberikan delapan jam cuti berbayar kepada karyawan mereka setiap tahun untuk menjadi sukarelawan di nirlaba amal, organisasi sukses, dan layanan komunitas.

Pada 2011, Asosiasi Perawat California menetapkan bahwa Cigna menyangkal sekitar 39,6 persen dari semua klaim. Mereka membandingkannya dengan pesaing seperti Aetna yang hanya menolak sekitar 5,9 persen dari semua klaim dalam tempo waktu yang sama.

Cigna kembali digugat pada November 2017 dengan kasus keterlibatan dalam aktivitas terlarang. Gugatan tersebut menyatakan bahwa Cigna terlibat dalam kegiatan yang dilarang oleh Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act (RICO), yakni membuat surat penipuan yang isinya menyatakan untuk tidak mengobati penyakit Lyme kronis. Kasus ini telah diserahkan kepada Hakim Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas Divisi Texarkana Robert Schroeder. Hakim Schroeder diberikan persidangan dan sidang telah dijadwalkan pada 2019.

Pada Juni 2015, perusahaan asuransi kesehatan, Anthem Inc. mengumumkan tawaran untuk mengakuisisi Cigna senilai lebih dari 47 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham. Anthem mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk membeli Cigna pada 24 Juli 2015.

Akan tetapi, pada 21 Juli 2016, Departemen Kehakiman AS mengajukan gugatan antitrust untuk memblokir rencana merger tersebut. Selanjutnya keputusan Pengadilan Distrik pada 8 Februari 2017 membatalkan rencana penggabungan tersebut dengan alasan anti persaingan.

Bulan Juli 2016 itu, Cigna membatalkan perjanjian merger senilai 48 miliar dolar AS dengan Anthem Inc.

Pada 7 Maret 2018, diumumkan bahwa Cigna akan membeli Express Scripts dalam kesepakatan senilai 67 miliar dolar AS. Dan, pada 24 Agustus 2018, pemegang saham Cigna dan Express Scripts menyetujui kesepakatan tersebut. Ini memberikan pesan positif ketika Cigna memperoleh hasil manis dengan duduk di peringkat 31 Global 500 Fortune.

Penghasilan tahunan Cigna pada 2019 merosot lebih dari 13 kali lipat. Itu dipengaruhi oleh penurunan biaya medis yang terjadi dalam kuartal kedua 2020. Selainitu, peningkatan kegiatan mesti ditunda akibat penyebaran virus corona atau Covid-19.Meski begitu Cigna telah menghasilkan pendapatan dan pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih kuat selama beberapa tahun terakhir.

Cigna memiliki kinerja yang cukup baik dalam hal kinerja pasar. Harga tertinggi 1 tahun untuk saham perusahaan tercatat 224,6 dolar AS yang terjadi pada Februari 2020. Nilai terendahnya ada di angka 118,5 dolar AS di periode waktu yang sama tercatat pada Maret 2020.

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: AP Photo/Matt Rourke

Sumber: wartaekonomi

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

Kisah Perusahaan Raksasa: Cigna, Taipan Bisnis Kesehatan yang Lagi Panen Cuan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya