0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

okezone
okezone - Tue, 28 Sep 2021 08:46
Dilihat: 54
Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

MYANMAR - Su Htet Waing, bocah yang berusia lima tahun sering terbangun sambil menangis karena teringat ibu dan kakak perempuannya.

Dia bersama ayahnya bersembunyi di hutan yang dipenuhi nyamuk di tenda darurat, Myanmar. Masa kecilnya penuh kesedihan.

"Saya ingin tidur dengan ibu, tetapi polisi telah membawanya," katanya dalam klip audio yang direkam oleh ayahnya, Soe Htay, di teleponnya dan dikirim ke CNN pada awal Agustus lalu.

Soe Htay adalah salah satu pemimpin awal gerakan pro-demokrasi melawan militer yang menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada Februari lalu.

Ayah Su Htet mengatakan keluarganya sekarang membayar harga untuk aktivismenya. Istri dan putrinya yang masih remaja tetap berada di balik jeruji besi, dan putri bungsunya mengatakan bahwa dia dipaksa untuk berpose setengah duduk, setengah berdiri selama 18 hari dia ditahan -- sebuah posisi stres yang dilihat oleh Komite Menentang Penyiksaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk penyiksaan.

(Baca juga: Junta Myanmar Setujui Gencatan Senjata untuk Distribusi Bantuan)

Jauh dari masa kecilnya yang bahagia di rumah keluarga mereka, Su Htet Waing kecil menghabiskan hari-harinya bersama ayahnya dengan ditemani musim hujan Myanmar, nyamuk, dan risiko penyakit.

Soe Htay mengatakan dia yakin militer masih memburunya sehingga dia harus tinggal di tenda darurat di hutan. Putrinya telah menyiapkan ranselnya jika mereka harus berlari lagi.

Dia bertekad untuk melanjutkan perjuangan demokrasi dengan cara apa pun yang dia bisa, terlepas dari situasinya yang tampaknya putus asa saat ini.

Baca juga: Junta Militer Tangkap Dokter yang Rawat Pasien Covid-19)

Soe Htay telah diberitahu oleh teman-temannya dalam gerakan pro-demokrasi, yang menyebarkan informasi keluar dari penjara dan selama pembebasan tahanan, bahwa putri dan istrinya dipisahkan sejak hukuman dijatuhi untuk mereka.

Dia juga diberi tahu bahwa putrinya tertular Covid-19, tetapi sudah pulih.


"Kesedihan mereka hanya akan terobati setelah revolusi ... satu-satunya pikiran saya adalah membasmi kediktatoran, karena sekarang saya harus mengubur kepahitan dan kebencian saya dalam revolusi," ungkapnya

Sumber: okezone

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

Kisah Sedih Anak-Anak yang Disandera karena Pemberontakan Orangtuanya

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya