0
Thumbs Up
Thumbs Down

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

Republika Online
Republika Online - Sun, 21 Jul 2019 07:03
Dilihat: 39
Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

MEULABOH -- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, memastikan pasokan sejumlah obat-obatan dan bahan habis pakai (BHP) untuk kebutuhan pasien terhenti. Pasokan terhenti setelah distributor obat-obatan menghentikan suplai.

"Pasokan ini terhenti karena sampai saat ini kami belum bisa melunasi obat dan bahan habis pakai yang sudah disalurkan distributor akibat klaim jasa medis sebesar Rp 14 miliar lebih belum kami terima dari BPJS Kesehatan." kata Kepala Seksi Tunjangan Medis RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Cut Yanita, Sabtu (20/7).

Menurutnya, jumlah klaim yang sudah mereka usulkan pembayarannya ke BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh tersebut terhitung sejak Maret hingga April 2019 masing-masing per bulan sebesar Rp 7 miliar atau berjumlah Rp 14 miliar. Akibat ketiadaan anggaran, rumah sakit untuk sementara waktu terpaksa membebankan pasien untuk membeli obat-obatan di luar rumah sakit menggunakan uang pribadi. Nantinya, setelah klaim tersebut dicairkan, maka rumah sakit melakukan pembayaran terhadap keluarga pasien terhadap obat yang dibeli di luar.

Cut Yanita mengakui persoalan klaim tersebut sudah pernah disampaikan kepada BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh dengan harapan segera mendapatkan solusi sehingga rumah sakit tidak terbebani. Akan tetapi, hingga saat ini mereka mengakui belum mendapatkan jawaban meski sudah mengirimkan surat resmi.

"Kami khawatir kalau uang jasa medis ini terlambat disalurkan, pelayanan kepada pasien yang berobat dipastikan akan terganggu. Ini sangat kami khawatirkan," ujarnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Bambang Safutra yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan terkait klaim RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sampai saat ini sudah melakukan pembayaran klaim sampai Februari 2019.

"Untuk pembayaran klaim pelayanan Maret dan April 2019, masih menunggu antrean pembayaran berdasarkan mekanisme first in first out (FIFO)," ujarnya.

Menurutnya, klaim pelayanan Maret 2019 yang diajukan oleh manajemen RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, diterima BPJS Kesehatan pada 31 Mei 2019 dan klaim bulan pelayanan April 2019 diterima pada 26 Juni 2019. Ia mengatakan untuk klaim yang sudah jatuh tempo dan belum dibayarkan, BPJS Kesehatan akan membayarkan denda keterlambatannya sesuai pasal 76 Perpres 82 Tahun 2018 sebesar satu persen dari jumlah yang harus dibayarkan untuk setiap satu bulan keterlambatannya.

"Sudah direalisasikan untuk klaim bulan pelayanan sebelumnya," ujarnya.

Berita Terkait
  • Bagaimana Menutupi Defisit BPJS Kesehatan?
  • Tekor BPJS Kesehatan Ganggu Produksi Obat
  • Indef: APBN Perubahan Solusi Atasi Defisit BPJS Kesehatan
Berita Lainnya
  • Arsenal Sedikit Lagi Dapatkan Striker Brasil Everton Soares
  • Wisatawan Masih Gemar Panjat Batu Uluru Australia

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

Klaim BPJS Nunggak, Pasokan Obat RSUD Meulaboh Terhenti

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya