0
Thumbs Up
Thumbs Down

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

Football5star
Football5star - Sat, 12 Jun 2021 09:42
Dilihat: 50

Football5Star.com, Indonesia - Timnas Indonesia mengakhiri kiprah di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil buruk. Jumat (11/6/2021) tengah malam WIB, Evan Dimas cs. dibantai lima gol tanpa balas oleh timnas UEA. Alhasil, tim asuhan Shin Tae-yong ngendon di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 1 poin.

Bersama Shin Tae-yong sebagai pelatih yang menggantikan Simon McMenemy, ada harapan membubung tinggi. Ada optimisme untuk memperbaiki nasib pada tiga laga sisa yang digelar secara terpusat di Uni Emirat Arab. Sempat menahan Thailand 2-2, Tim Garuda lantas dihajar Vietnam 0-4 dan dibantai UEA 0-5.

Rentetan hasil itu tentu saja tak sesuai ekspektasi. Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, jelas-jelas menargetkan sapu bersih poin. Lalu, haruskah kita kecewa? Rasanya tidak. Siapa pun tahu, tim yang berlaga di UEA bukanlah timnas Indonesia yang sesungguhnya. Meskipun berlabel timnas Indonesia dan ditangani Shin Tae-yong, ia bukanlah tim yang berisi para pemain terbaik di negeri ini.

uaefa.ae

Sejatinya, sebuah timnas (senior) harus diisi para pemain terbaik atau pemain-pemain yang tengah berada pada performa terbaik. Itu tak berlaku pada tim yang dibawa Shin Tae-yong ke UEA. Bagaimana bisa Coach STY menjaring pemain-pemain terbaik ketika kompetisi berhenti selama setahun lebih akibat pandemi COVID-19?

Lalu, bagaimana pula kita berharap ada keajaiban ketika timnas hanya disiapkan dalam tempo sesaat? Seperti diketahui, para pemain mulai menjalani pemusatan latihan pada awal Mei 2021. Sementara itu, laga pertama melawan Thailand dijalani pada 3 Juni. Tak masuk akal mengharapkan hasil luar biasa dari tim yang hanya disiapkan dalam waktu sebulan.

Tim Bayangan SEA Games
pssi.org

Kita juga mafhum, tim yang dibawa ke UEA sesungguhnya adalah tim U-23 plus yang disiapkan untuk SEA Games 2021. Mayoritas pemain berumur di bawah 23 tahun dan hanya beberapa yang sudah terbilang senior. Di antaranya Evan Dimas yang dipercaya sebagai kapten.

Jadi, sesungguhnya timnas Indonesia berada di level berbeda dengan tim-tim lain macam Vietnam, UEA, dan Thailand. Mereka benar-benar timnas senior yang diproyeksi untuk lolos ke Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023. Berkebalikan dengan Tim Garuda, hanya pemain-pemain muda istimewa yang berada di ketiga tim tersebut.

Di timnas Indonesia, beberapa pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong justru membuat dahi berkerut. Salah satunya adalah kiper Aqil Savik. Sungguh di luar nalar dia jadi kiper ketiga Tim Garuda sementara di klubnya, Persib Bandung, dia hanyalah kiper keempat di belakang I Made Wirawan, Teja Paku Alam, dan Dhika Bayangkara.

Dengan pemahaman tersebut, alih-alih kecewa, kita seharusnya senang dan bangga. Pasalnya, mereka mampu menahan Thailand, lalu merepotkan Vietnam dan UEA. Seperti dikatakan asisten pelatih timnas, Choi In-cheul, masa depan sepak bola Indonesia sangat cerah.

Pemusatan Latihan Terselubung di UEA

Shin Tae-yong pun secara tersirat mengakui tim yang dibawa ke UEA bukanlah timnas Indonesia yang sesungguhnya. Pada konferensi pralaga lawan Thailand, dia mengaku sengaja membawa generasi baru dengan pemain-pemain muda demi masa depan. Dia mengatakan, tim ini diharapkan dapat menang pada pertandingan-pertandingan ke depan.

Dengan mengatakan tim itu diharapkan menang pada laga-laga ke depan, Coach STY mengindikasikan tim yang berlaga di UEA tidak ditargetkan memenuhi harapan Ketum PSSI. Melihat ajang terdekat, Coach STY sepertinya membidik SEA Games 2021. Seperti diketahui, oleh PSSI, pelatih asal Korsel itu juga dipercaya menukangitim U-23 dan U-19.

pssi.org

Harus menangani tiga tim sekaligus, tentu saja beban kerja Shin Tae-yong sangatlah berat. Itu juga pada akhirnya berpengaruh terhadap timnas Indonesia. Sejak dipercaya oleh PSSI, Shin Tae-yong baru belakangan ini "menyentuh" timnas senior. Sebelumnya, tim ini tak ubahnya anak tiri.

Pada awal tugasnya, Coach STY disibukkan oleh timnas U-19 yang disiapkan untuk berlaga di Piala Dunia U-20 2020. Begitu event tersebut dibatalkan oleh FIFA, fokus eks pelatih timnas Korsel tersebut beralih ke timnas U-23. Maklum saja, SEA Games sudah mendekat. Sialnya, pada saat bersamaan ada agenda lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tentu saja, sangat tidak mungkin menyiapkan dua tim secara bersamaan. Solusinya, seperti yang juga dilakukan Luis Milla, Coach STY menyiapkan satu tim untuk dua kategori tersebut. Mengingat Indonesia sudah tak mungkin lolos, Kualifikasi Piala Dunia 2022 tak ubahnya ajang pemusatan latihan untuk tim yang diproyeksi untuk SEA Games.

Tak Usah Kerja Dobel Lagi

Entah mengapa PSSI belakangan ini doyan menugasi satu pelatih untuk menangani timnas senior dan junior sekaligus. Sebelum STY, ada Luis Milla. Namun, apa pun alasannya, hal ini sebaiknya dihentikan. Bagaimanapun, paling baik bila tiap-tiap tim ditangani oleh pelatih tersendiri sehingga tak terjadi tumpang tindih tanggung jawab dan "mabok" target.

Andai PSSI menginginkan tim-tim junior juga tertata apik dan berprestasi dengan tetap "ekonomis", mengapa tidak mendatangkan seseorang yang kompeten untuk menjadi direktur teknik? Biarkanlah Shin Tae-yong fokus sepenuhnya untuk menangani timnas senior, sementara tim-tim junior ditangani para pelatih lokal.

zingnews.vn

Patut dicatat, tidak haram hukumnya menugasi seorang pelatih menangani dua tim sekaligus. Park Hang-seo di Vietnam pun menangani timnas senior dan U-22. Masalahnya kemudian, bisakah kita membuat semua tim berjalan masing-masing secara normal? Itulah yang berlaku di Vietnam. Bahkan, pada persiapan ke UEA, timnas Vietnam sempat beruji tanding dengan tim U-22.


Melihat kesibukan Shin Tae-yong, rasanya kita tidak siap untuk meniru Vietnam dan hal seperti ini tak bisa lagi diteruskan. Ke depan, jangan lagi kita melihat timnas senior sama dengan timnas U-23 plus. Kalaupun mau memangkas generasi, pemain-pemain muda yang masuk timnas senior tak boleh lagi membela timnas junior sehingga kesinambungan regenerasi akan tetap berjalan baik.

Sumber: Football5star

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

[KOLOM] Ini Bukan Timnas Indonesia yang Sesungguhnya

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya