0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

okezone
okezone - Mon, 30 Mar 2020 08:26
Dilihat: 34
Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

JAKARTA - Pandemik corona atau Covid-19 telah menekan ekonomi sejumlah negara. Virus yang berkembang di China ini mulai mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi, bahkan pemerintah telah menyiapkan susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBNP) 2020 karena virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik jika virus corona ini menjadi beban bagi ekonomi Indonesia. Beberapa sektor seperti pariwisata dan perdagangan perlahan 'mati' karena terinfeksi virus corona.

Berikut adalah beberapa pandangan Sri Mulyani mengenai Covid-19 yang dirangkum Okezone.com:

Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Korona, Apa Saja?

1. Dampak ke Pariwisata dan Perdagangan

Sri Mulyani mengatakan, perekonomian dunia dan Indonesia terdampak penyebaran virus corona. Bahkan proyeksi ekonomi dunia direvisi dipangkas karena pandemi corona.

Sementara dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata ada sektor perdagangan ekspor impor yang terganggu.

"Jalur pariwisata jelas, distribusi dari perdagangan dan pasokan, dulu kita mungkin dua minggu terakhir kita melihat 27% impor nonmigas dari Tiongkok, 16,7% ekspor kita ke Tiongkok. Jadi apakah China akan mengendalikan dan me-recover itu akan sangat menentukan kita, dari sisi ekspor, impor dan pariwisata," jelasnya.

Baca juga: Sama-Sama Sentuh Rp16.000/USD, BI: Ingat 1998 Itu dari Rp2.500/USD

2. Kebijakan Moneter untuk Lawan Corona

Negara-negara G20 berkomitmen untuk mencegah terjadinya resesi ekonomi akibat virus corona atau covid-19. Salah satu yang menjadi ancaman adalah modal yang keluar alias capital flight yang dialami sejumlah negara.

"Dari kebijakan moneter, termasuk kebijakan suku bunga dan relaksasi, termasuk support likuiditas. Dari sisi nilai tukar, karena sekarang ini terjadi tadi IMF mengatakan banyak negara menghadapi masalah capital flight," ujar Menkeu Sri Mulyani dilansir dari laman Setkab, Jumat (27/3/2020).

Untuk itu, Menkeu menyampaikan banyak negara emerging dan low income country akan dihadapkan pada likuiditas foreign exchange dan sekarang sedang dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mendukung apa yang disebut direct swap line dari IMF kepada semua negara di dunia yang mengalami capital flight.

Menurutnya, hal ini adalah unprecendented yang artinya belum pernah terjadi dan akan menjadi salah satu terobosan untuk mencegah negara-negara yang sebetulnya tadinya tidak mengalami masalah sekarang akan mengalami risiko dari sisi foreign exchange maupun likuiditasnya.


"Di bidang perbankan, banyak dilakukan relaksasi. Di bidang fiskal, banyak semua negara melakukan instrumen dan intervensi fiskal. Pertama, semuanya adalah berfokus kepada masalah kesehatan," tambahnya.

Sumber: okezone

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya