0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

Republika Online
Republika Online - Sun, 21 Jul 2019 02:05
Dilihat: 83
Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

JAKARTA-- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Ahmad Baidhowi, mengatakan sah-sah saja jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masukan soal calon menteri dari parpol koalisi. Dia memperkirakan komposisi menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin yang akan datang tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

"Soal itu (menteri) adalah hak prerogatif Presiden. Namun, Presiden pun tidak bisa dihalangi jika meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk parpol," ujar Baidhowi kepada wartawan usai mengisi diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Terlebih, jika parpol koalisi memiliki investasi politik yang cukup besar yakni sebagai pengusung capres-cawapres. Tanpa diusung oleh parpol, Jokowi tidak bisa kembali mencalonkan diri dalam pilpres 2019.

"Hal-hal seperti ini menjadi pertimbangan apakah menterinya berasal dari parpol, atau profesional. Itu kembali kepada Presiden sebagai user-nya, " lanjut Baidhowi.

Untuk periode kedua nanti, dirinya memperkirakan komposisi menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin diisi sebanyak 60 persen profesional dan 40 persen dari parpol. Alternatif kedua, kalangan profesional sekitar 45 persen dan dari parpol sekitar 55 persen.

"Tapi jangan berpikiran orang parpol tidak profesional. Sebab di dalam parpol banyak juga orang profesional. Kita tidak terbiasa mendikotomikan profesional maupun parpol. Karena semua yang masuk kabinet itu memiliki kesempatan sama, kewenangan sama untuk berkontribusi untuk bangsa," tuturnya.

Sementara itu, Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, mengungkapkankan seluruh parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki harapan yang sama, yakni memperoleh kursi di DPR dan pemerintahan. PKB sendiri berharap kader mereka bisa mengisi sejumlah pos menteri.

"PKB memberikan masukan beberapa hal ya. Yang pertama misalnya penguatan kementerian terkait dengan prioritas Pak Jokowi selama lima tahun ke depan, yakni SDM.

"Kedua, kita memberikan juga masukan bahwa yang menjadi anggota atau calon anggota kabinet itu adalah orang yang memang punya kemampuan, kapabilitas, profesional, manajemen juga. Jadi tidak sekadar ada orang pintar atau dia ngetren terkenal, ujug-ujug dijadikan menteri, nggak juga. Dia harus betul-betul paham apa yang dikerjakannya untuk Indonesia sehingga kementerian itu betul-betul membantu pewujudan visi dan misinya Jokowi-Ma'ruf Amin, " tegas Maman.




Berita Terkait
  • PDIP Belum Bahas Calon Menteri Jokowi
  • Jokowi Disarankan Perbanyak Sosok Profesional
  • Gerakan Pramuka Indonesia Ikuti Jambore Pramuka Dunia di AS
Berita Lainnya
  • Arsenal Sedikit Lagi Dapatkan Striker Brasil Everton Soares
  • Wisatawan Masih Gemar Panjat Batu Uluru Australia

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

Komposisi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diprediksi tak Jauh Berbeda

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya