0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

Republika Online
Republika Online - Fri, 04 Oct 2019 20:37
Dilihat: 25
Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

JAKARTA -- Aksi unjuk rasa pada 24-30 September lalu, diwarnai penangkapan oleh pihak kepolisian. Namun demikian, Wakil Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Era Purnama Sari memaparkan bahwa penangkapan yang dirilis kepolisian terkait aksi mahasiswa hingga pelajar tersebut, mendapati perbedaan jumlah yang cukup mencolok.

"Sebetulnya ada situasi menarik, di mana di Mabes Polri dan polda sendiri dalam waktu yang bersamaan merilis data yang berbeda. Polri merilis ada 1.489 orang diamankan. Sedangkan Polda mengatakan hanya ada 1.365 orang yang diamankan," kata Era, Jumat (4/10).

Oleh karena itu, pihaknya meminta data valid yang bisa diverifikasi. Sebab menurut dia, hal tersebut dinilai sangat mendesak, karena kemudian data dari kepolisian itu juga menyangkut keadaan, bahkan nyawa dari massa aksi yang ikut berpartisipasi sebelumnya.

"Kemudian, data ini juga menyesatkan, di mana dari seribu lebih yang diamankan itu ada 179 yang ditetapkan sebagai tersangka ataupun sudah ditahan," ungkap dia

Era juga menyayangkan pernyataan kepolisian terkait mengamankan demonstran. Sebab, menurut dia, dalam hukum acara yang dimiliki Indonesia, tidak ada istilah mengamankan.

"Pertanyaannya, apa yang mereka maksud dengan diamankan?" tanyanya.

Dia menegaskan, terkait istilah tersebut, Indonesia hanya mengenal istilah tersangka, saksi atau status lainnya yang tidak termasuk mengamankan. Lebih lanjut, ketika membahas pengamanan massa oleh kepolisian itu, dia menuturkan, lebih dari seribu orang telah kehilangan Kebebasannya sejak penangkapan pada 24 hingga 30 September lalu.

"Bahkan hingga hari ini ada sebagian orang yang masih ditahan di kepolisian, sementara lainnya juga memiliki status yang kurang jelas," tuturnya.

Era menambahkan, pernyataan dan narasi dari kepolisian tersebut dinilai menyesatkan publik. Bahkan, lebih jauh dia memaparkan bahwa pernyataan tersebut juga membohongi publik.

"Karena tidak ada istilah diamankan," ujar dia berulang.

Kepada media dia mengatakan, upaya terhadap penangkapan tersebut dinilai merupakan pelanggaran HAM. Dan puncaknya adalah ketika korban semakin berjatuhan terlepas dari dua nyawa yang meninggal.

"Dan hingga hari ini belum ada titik terang," kata Era.



Berita Terkait
  • Pengamat Nilai Parpol Sedang Unjuk Kekuatan Tolak Perppu KPK
  • Ditanya Soal Perppu KPK, Puan: Tunggu Pelantikan Presiden
  • Amnesty Desak Pembebasan Aktivis Papua, Ini Respons Istana
Berita Lainnya
  • Massa Mahasiswa Membeludak, Tutup Jalur Tol Depan Gedung DPR
  • Demo, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Dialihkan

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

Kontras Pertanyakan Data Penangkapan Massa Aksi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya