0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

Republika Online
Republika Online - Fri, 30 Oct 2020 16:14
Dilihat: 40
KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

JAKARTA -- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mendorong pemerintah pusat dan daerah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Evaluasi PJJ selama fase kedua yang sudah berjalan selama empat bulan ini harus dilakukan secara menyeluruh.

"KPAI mendorong Kemendikbud, Kemenag, Dinas-dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ," kata Retno, dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Menurutnya, tidak ada kasus bunuh diri siswa di tempat lain, bukan berarti sekolah atau daerah lain menjalani PJJ yang baik-baik saja. Ada kemungkinan fenomena ini seperti gunung es dari pelaksanaan PJJ yang bermasalah dan kurang memperhatikan kondisi psikologis anak.

Sebelumnya terjadi kasus bunuh diri siswa SMP di Tarakan yang diduga karena keberatan menjalankan tugas-tugas selama PJJ. Retno menjelaskan, ia sudah mendengar penjelasan orang tua korban yang mengatakan korban memiliki 11 tagihan tugas mata pelajaran.

Menurut orang tuanya, korban tidak mengerjakan tugas bukan karena malas. Namun, korban merasa kesulitan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Sementara itu, orang tua korban tidak bisa banyak membantu terkait pengerjaan tugas tersebut.

"Barangkali tujuan pihak sekolah hanya sekedar mengingatkan dan memberikan dorongan agar para siswanya mengerjakan atau menyelesaikan tugas-tugasnya yang tertumpuk. Namun, bagi remaja yang mengalami masalah menta ketidakmampuan mengerjakan tugas-tugas PJJ, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan pikiran tentang bunuh diri," kata Retno menambahkan.

Selain itu, KPAI juga mendorong agar Kemendikbud melakukan sosialisasi secara masif mengenai pedoman penyelenggaraan bejalar dari rumah dalam masa Covid-19. Kemendikbud sebelumnya sudah menyatakan agar pembelajaran di rumah tidak untuk memenuhi ketuntasan kurikulum, namun bertujuan untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna.


Berita Terkait
  • KPAI: Sekolah Harus Dorong Semangat Keberagaman
  • PJJ Dinilai Masih Belum Efektif
  • Kadisdik DKI: Tidak Ada Sanksi untuk Aditya
Berita Lainnya
  • Realisasi Implementasi Qanun BSM Aceh Capai Rp 1 Triliun
  • Libur dan Cuti Bersama, Konsumsi Pertamax Turbo Meningkat

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

KPAI: PJJ Harus Dievaluasi Menyeluruh

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya