0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

Republika Online
Republika Online - Thu, 13 Aug 2020 23:26
Dilihat: 41
KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap mendapatkan gambaran secara utuh dari gelar perkara yang dilakukan Bareskrim Polri pada Jumat (14/8), terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan Djoko Tjandra. KPK berharap Bareskrim juga mengundang Kejaksaan Agung dalam gelar perkara penghapusan red notice Djoko.

Diketahui, Kejakgung juga telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dalam skandal Djoko. "Jadi secara utuh kita bisa mendapat bagaimana gambaran perbuatan pidana yang sebenarnya," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/8).

Karyoto mengatakan, gelar perkara akan dimulai pukul 13.30 WIB. KPK, kata dia, menjadi salah satu penegak hukum yang diundang dalam paparan perkara dugaan penerimaan suap dan gratifikasi dari buronan 11 tahun itu.

"Dan bagi kami, diundang atau tidak diundang, kami punya kewajiban melakukan supervisi," ungkap Karyoto.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sejak awal lembaganya telah memonitor soal dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Djoko Tjandra tersebut. Ia mengapresiasi langkah Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung yang masing-masing telah menetapkan tersangka terkait kasus Djoko Tjandra.

"Kita harus mengapresiasi kepada Bareskrim dan Kejaksaan yang mau melakukan penyidikan terhadap anggotanya atau oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran maupun perbuatan pidana ini, tentunya satu langkah yang bagus dan perlu kita apresiasi. Kemudian apabila dalam hal itu akan ada tersangka-tersangka lain, itu tidak menutup kemungkinan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot tiga petinggi Polri dalam perkara terbitnya surat jalan, penghapusan red notice, serta surat sehat bebas Covid-19 milik Djoko Tjandra.

Ketiganya adalah Brigjen Prasetijo Utomo dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari Kadiv Hubungan Internasional Polri, dan Brigjen Nugroho Wibowo dicopot dari Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Namun, baru Prasetijo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan palsu.

Sementara, penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji. Pinangki diduga menerima 500 ribu dolar AS atau sekira Rp 7 miliar terkait kasus Djoko Tjandra.


Berita Terkait
  • Besok, KPK Bantu Polri Gelar Perkara Soal Djoko Tjandra
  • Libatkan KPK, Polri Harap Skandal Djoko Tjandra Tuntas
  • Kejagung Duga Pinangki Berperan dalam PK Djoko Tjandra
Berita Lainnya
  • BPJamsostek Jabar Data Pekerja Berhak dapat Subsidi Upah
  • KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

KPK Berharap Dapat Gambaran Utuh Kasus Djoko Tjandra

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya