0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

Republika Online
Republika Online - Fri, 22 Jan 2021 14:10
Dilihat: 30
KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka penerima suap dari perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020, Edhy Prabowo. Dia diminta kesaksiannya untuk tersangka Amiril Mukminin (AM).

"Yang bersangkutan didalami pengetahuannya terkait pengelolaan sejumlah uang yang dipegang oleh tersangka AM," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (22/1).

Ali mengatakan, dana yang dikelola AM diduga bersumber dari para eksportir benur. Pemeriksaan Edhy rampung dilakukan pada Kamis (21/1) lalu. Selain AM, dia juga diperiksa untuk tersangka lainnya dalam perkara tersebut.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo diyakini menerima suap Rp 3,4 miliar. Dana tersebut berasal PT Aero Citra Kargo (ACK) melalui Ahmad Bahtiar dan Amri melalui Ainul Faqih.

PT ACK merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster. Uang tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi Edhy dan istrinya Iis Rosta Dewi, SAF dan APM untuk belanja barang mewah di Honolulu, Amerika Serikat.

Dalam perkara ini, KPK juga mentersangkakan Staf khusus Menteri KKP Safri (SAF) dan Andreu Pribadi Misata (APM), Pengurus PT ACK Siswadi (SWD) serta pihak swasta Amiril Mukminin (AM) sebagai penerima suap. Mereka diduga telah menerima suap sedikitnya Rp 9,8 miliar.

Para tersangka penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara tersangka pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Berita Terkait
  • Edhy Prabowo Mengeluh Dua Bulan tak Bertemu Keluarga
  • Pemeriksaan Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo
  • KPK Panggil Gubernur Bengkulu dan Bupati Kaur Hari Ini
Berita Lainnya
  • Hingga Kuartal I, Pertamina Masih Studi Kelayakan 3 Kilang
  • Menghadiri Rapat Secara Hologram Tiga Dimensi

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

KPK Dalami Soal Pengelolaan Uang Suap Edhy Prabowo

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya