0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

Republika Online
Republika Online - Wed, 19 Jan 2022 17:22
Dilihat: 249
KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini adanya pertemuan yang dipimpin tersangka penerima suap, Rahmat Effendi (RE). Lembaga antirasuah itu mengatakan, rapat tersebut diadakan guna menentukan pemenang kontraktor yang akan menggarap sejumlah proyek di Kota Bekasi.

Hal tersebut dikonfirmasi KPK melalui pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi yang dilakukan Rahmat Effendi alias Bang Pepen. Pemeriksaan itu dilakukan pada Selasa (18/1/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Para saksi didalami lebih lanjut mengenai adanya dugaan pertemuan yang dipimpin tersangka RE untuk menentukan secara khusus mengenai pihak kontraktor yang akan mengerjakan beberapa proyek di Kota Bekasi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Adapun saksi-saksi yang diperiksa tim penyidik KPK yakni Kepala Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Bekasi, Junaedi; Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Taufik R Hidayat; Kasi Dinas Lingkungan Hidup, Samad Saefuloh; Staf Disperkimtan Kota Bekasi, Usman; Sekretaris Dinas Pendidikan, Krisman; Staf Keuangan PT MAM Energindo, Etti Satriati; Karyawan Swasta, Tari dan satu pihak swasta, Akbar.

"Para saksi juga dikonfirmasi terkait dengan dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka RE yang diantaranya melalui perantaraan beberapa pihak," kata Ali.

Seperti diketahui, Rahmat Effendi alias Bang Pepen ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi dan suap lelang jabatan setelah terjaring OTT KPK. Dia diringkus tim satuan tugas KPK bersama dengan 14 orang lain dalam operasi senyap tersebut.

Dalam kesempatan itu, KPK mengamankan uang total Rp 5 miliar dalam bentuk tunai dan buku tabungan. KPK kemudian menetapkan sembilan sebagai tersangka korupsi, termasuk Pepen dari 14 orang yang berhasil disergap tim satuan tugas tersebut.

Bang Pepen diyakini mengintervensi lokasi ganti rugi dan pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi menggunakan APBD-P tahun 2021. Anggaran dalam APBD-P tersebut berjumlah keseluruhan Rp 286,5 miliar.


Dana itu kemudian digunakan untuk memberikan ganti rugi pembebasan lahan sekolah di wilayah Rawalumbu senilai Rp 21,8 miliar, pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp 25,8 miliar, pembebasan lahan Polder Air Kranji senilai Rp 21,8 miliar dan melanjutkan proyek pembangunan gedung teknis bersama senilai Rp 15 miliar.

Berita Terkait
  • KPK Mengaku Masih Mengklarifikasi Pihak Terjaring OTT Langkat
  • Dewas KPK Akui Terima 33 Pelaporan Dugaan Pelanggaran Etik
  • KPK Buka Peluang Jerat Rahmat Effendi Pasal Pencucian Uang
Berita Lainnya
  • KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek
  • Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

KPK Duga Rahmat Effendi Pimpin Rapat Tentukan Pemenang Proyek

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya