0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

Republika Online
Republika Online - Fri, 18 Jun 2021 21:05
Dilihat: 40
KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan akan menyita aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur Tahun 2019. Diketahui, KPK telah menjerat sejumlah tersangka dalam perkara ini.

Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan penyitaan terhadap aset para tersangka merupakan bagian dari upaya KPK memulihkan kerugian keuangan negara dari kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 152,5 miliar tersebut. Saat ini, kata Setyo, tim penyidik sedang menelusuri aset-aset milik para tersangka.

"Penyidik sedang dalam proses melakukan aset recovery, kami telusuri dengan harapan bahwa aset-asetnya segera kami lakukan penyitaan," kata Setyo dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Setelah disita, aset tersebut akan dimasukkan dalam berkas perkara yang nantinya akan dibuktikan di persidangan. Selain menyita aset, untuk memulihkan kerugian keuangan negara, para tersangka juga akan dibebankan kewajiban membayar uang pengganti dalam proses persidangan nantinya.

Hal itu tentu dilakukan setelah perkara ini berkekuatan hukum tetap. Nantinya, aset yang disita dan uang pengganti itu akan disetorkan ke kas negara. "Mekanismenya apakah akan dikembalikan kepada pemerintah daerah lagi itu sudah kewenangan dari pada pemerintah," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan; Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, dan Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe; dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar; serta PT Adonara Propertindo sebagai tersangka.

Perkara ini berawal saat Pemprov DKI telah mengucurkan dana kepada Sarana Jaya untuk membeli tanah. Namun, alih-alih mendapat tanah yang dipersiapkan sebagai bank tanah, uang yang telah dikucurkan Pemprov DKI justru diduga dikorupsi oleh para tersangka.

Berdasarkan informasi, uang hasil korupsi pengadaan tanah di Munjul telah dipergunakan oleh para tersangka. Berdasarkan penyidikan KPK sejauh ini, Anja diduga membelanjakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi dengan pihak terkait lainnya.


Berita Terkait
  • KPK: Cukup Nurul Ghufron yang Temui Komnas HAM
  • Pemeriksaan Tersangka-tersangka Gratifikasi HGU Lahan Sawit
  • Pegawai Tuntut KPK Jujur Soal Hasil TWK
Berita Lainnya
  • Gandeng Unhas, Kemenhub Kaji Pengembangan Infrastruktur IKN
  • Gedung Putih Pertimbangan Pembicaraan Biden dan Xi Jinping

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

KPK Isyaratkan Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya