0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

Republika Online
Republika Online - Wed, 02 Dec 2020 00:02
Dilihat: 57
KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan status Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin terkait dengan kasus menjerat Edhy Prabowo (EP) dan kawan-kawan. Ngabalin diketahui bertolak ke Amerika bersama Edhy sebelum OTT Edhy.

"Kalau mungkin ibarat kata seorang Ali Ngabalin diberikan sesuatu yang sifatnya oleh-oleh misalnya, ya, jelas itu kategorinya 'kan lain," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/12).

Namun, lanjut dia, jika memang nantinya ada dugaan aliran dana kepada Ngabalin dalam kasus tersebut, KPK akan mendalaminya lebih lanjut.

"Misalnya, nanti ada tracing aliran dana ada porsi-porsi tertentu yang masuk dan itu boleh dikatakan rutin, ya, kami wajib mempertanyakan. Akan tetapi, selama ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti apakah ada ke situ atau tidak," ucap Karyoto.

Ia juga menyatakan status Ngabalin yang ikut dalam rombongan Edhy ke Amerika Serikat (AS) masih ada kaitan dengan pekerjaannya sebagai Pembina Komite Pemangku Kepentingan dan Kebijakan Publik di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). "Mungkin beliau juga di situ sebagai staf atau apa penasihat di situ mau studi banding ke Amerika, ya, mungkin ada kaitannya. Kaitannya dalam arti pekerjaan untuk semacam studi banding," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ngabalin mengaku melihat proses operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Edhy di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11) dini hari. Menurut Ngabalin, selama di Bandara Soetta, Edhy kooperatif dengan petugas KPK.

Ngabalin mengaku bersama rombongan mendatangi Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Mereka melakukan studi banding budidaya udang Vaname.

Selain Edhy, KPK juga telah menetapkan enam tersangka lainnya dalam kasus suap terkait dengan penetapan izin ekspor benih lobster, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), swasta/Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Selanjutnya, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).





Berita Terkait
  • PPATK: Laporan Aliran Dana Kejahatan Siber Meningkat
  • Soal Pengganti Edhy Prabowo, Istana Belum Mau Terbuka
  • KPPU: Tak Ada Kebijakan KKP Terkait Monopoli Ekspor Benur
Berita Lainnya
  • Penjualan Senjata AS ke UEA Ditentang Puluhan Kelompok HAM
  • Pfizer-BioNTech Ajukan Izin Darurat Vaksin Covid-19 ke UE

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

KPK Jelaskan Status Ngabalin di Kasus Edhy Prabowo

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya