0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

Republika Online
Republika Online - Mon, 25 Jan 2021 11:14
Dilihat: 43
KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

JAKARTA -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai isu radikalisme dan taliban yang kini kembali ramai di media sosial merupakan alat yang digunakan oleh pendukung koruptor yang kepentingannya terganggu dengan kerja pengusutan korupsi yang dilakukan oleh lembaganya. Menurut Novel para pendukung koruptor khawatir atas kinerja KPK yang saat ini sedang baik dalam mengusut kasus korupsi .

"Isu radikal-taliban sudah sering digunakan oleh para pendukung koruptor padahal jelas itu isu tidak benar dan mengada-ada," tegas Novel dalam pesan singkatnya, Senin (25/1).

Novel mengatakan, baik pegawai ataupun penyidik KPK saat ini sudah bisa memahami bahwa ketika isu tersebut kembali diramaikan, memperlihatkan ada kepentingan sejumlah pihak yang terganggu.

"Kawan-kawan sudah bisa menandai bahwa bila isu itu diembuskan, biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK," tutur Novel.

"Dan selama ini memang demikian, bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi, maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu," tambahnya.

Lebih lanjut Novel menuturkan, meski isu ini sudah berulang kali dibantah oleh KPK, namun, Novel melihat isu ini masih efektif meski belakangan sudah banyak masyarakat yang paham jika isu ini diembuskan hanya untuk mengganggu kerja yang dilakukan oleh KPK.

"Rasanya masyarakat semakin paham bahwa upaya mengganggu dan menyerang pemberantasan korupsi dilakukan dengan segala cara, termasuk dengan cara membuat fitnah dan narasi-narasi seperti itu," ujarnya.

Namun, Novel enggan menyimpulkan jika isu radikal-taliban ini muncul karena kasus korupsi yang tengah diproses saat ini. Sebab, hal ini perlu dibuktikan.

Novel melihat ada pola dalam pelemparan isu ini. Termasuk dengan menggunakan akun robot di media sosial seperti Twitter.

"Biasanya mereka tidak hanya melempar isu saja tapi juga dikondisikan agar seolah banyak dibahas. Termasuk menggunakan robot di medsos. Tapi itu yang bisa menjelaskan tentu ahli," kata Novel.


Sebelumnya, dalam akun Twitter miliknya @nazaqistsha, Novel menyebut bahwa isu radikal dan taliban adalah lagu lama. Unggahan Novel tersebut menanggapi pernyataan dari akun @paijodirajo yang menyebut ketika KPK mulai diserang isu radikal-radikal atau taliban, itu artinya sedang ada misi yang sedang dijalankan oleh koruptor.

Berita Terkait
  • Novel Baswedan: Komjen Listyo Sigit Harus Reformasi Polri
  • Novel Ungkap Keinginan Tinggalkan KPK
  • ICW Usul Novel Baswedan Pimpin Tim Pemburu Harun Masiku
Berita Lainnya
  • Sejumlah Pengungsi Banjir Mulai Kembali ke Rumah
  • AFSI: Erick Thohir Terbukti Membawa Banyak Inovasi

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

KPK Kembali Diserang Isu Taliban, Novel: Ada yang Terganggu

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya