0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

inilahcom
inilahcom - Wed, 19 Jun 2019 02:04
Dilihat: 34
KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berharap agar Sjamsul Nursalim, pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) pulang ke tanah air untuk menghadapi perkara hukumnya.

Sjamsul dan istri, Itjih Nursalim, disangka melakukan korupsi dalam proses penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara hingga Rp4,58 Triliun. Sejak namanya disebut terlibat, Sjamsul dan Itjih langsung pergi ke Singapura dan tak pernah kembali. Keduanya juga sudah menjadi permanent resident di negeri Singa.

"Siapa tau dia nanti datang sendiri, ya belumlah, kan skarang masih penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Selain menunggu kabar kepulangan Sjamsul dan Itjih, KPK kata Alex, juga tengah menyusun rencana akan bisa melakukan pemeriksaan di Singapura. Kalau-kalau Sjamsul dan Itjih kekeuh tak mau pulang ke Indonesia.

"Ya kita berupaya, kita melakukan pemeriksan ke Singapura," ungkapnya. Sejauh ini, rencana pemeriksaan Sjamsul dan Itjih tak pernah terjadi. Tiga kali dikirimi surat oleh KPK, Tak satupun ditanggapi.

KPK telah menetapkan Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI. Penetapan ini merupakan pengembangan dari perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung yang telah dijatuhi hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding.

Dalam kasus ini, Sjamsul dan Itjih diduga diperkaya atau diuntungkan sebesar Rp 4,58 triliun. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.[adc]

Sumber: inilahcom

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

KPK Masih Tunggu Itikad Baik Sjamsul Nursalim

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya