0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

Republika Online
Republika Online - Fri, 30 Oct 2020 16:42
Dilihat: 41
KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) berinisial LI. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus suap dan gratifikasi yang dilakukan HS kepada tersangka Nurhadi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, KPK saat ini juga memeriksa rekan HS berinisial VC. Dia mengatakan, ketiga orang tersebut ditangkap penyidik KPK saat berada di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan (Tangsel).

"Keduanya saat ini telah selesai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK dan telah kembali ke tempat masing-masing-masing," kata Ali di Jakarta, Jumat (30/10).

Ali menambahkan, keduanya dikonfirmasi KPK terkait kedekatan dengan tersangka HS dan pengetahuannya tentang keberadaannya selama menjadi daftar pencarian orang (DPO) lembaga antirasuah. Selain itu, keduanya juga diperiksa mengenai sumber biaya hidup dan fasilitas lain selama tersangka HS menjalani pelarian sebagai DPO.

"KPK akan mendalami lebih lanjut terkait penerapan Pasal 21 UU Tipikor dalam perkara ini dengan akan memanggil dan memeriksa pihak-pihak lain," katanya.

HS merupakan pemberi suap mantan sekretaris MA, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Lembaga antirasuah itu mentersangkakan HS setelah memberikan uang untuk sejumlah kasus perdata di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan. Diketahui, Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

KPK menjadikannya buron setelah tidak kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. Penyidikan perkara ini telah dilakukan sejak 6 Desember 2019, dan untuk kepentingan penyidikan para tersangka sudah dicegah ke luar negeri sejak 12 Desember 2019.

Nurhadi bahkan telah mengajukan praperadilan dan telah ditolak oleh Hakim PN Jakarta selatan pada tanggal 21 Januari 2020. Saat ini HS tengah ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari hingga 7 November 2020.


"KPK mengingatkan kepada pihak-pihak yang mengetahui dugaan kesengajaan merintangi dan menghalangi penyidikan dalam perkara tersangka HS ini untuk bersikap kooperatif," tegas Ali.

Berita Terkait
  • KY Berharap tak Ada Intervensi di Sidang Nurhadi
  • KPK Periksa Tersangka Kasus Korupsi Muara Enim
  • KPK Konfirmasi Pemilik Rumah Disewa Nurhadi
Berita Lainnya
  • UMKM Soko Guru Pemulihan Ekonomi Nasional
  • KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri Penyuap Nurhadi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya