0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

Republika Online
Republika Online - Tue, 17 Nov 2020 18:45
Dilihat: 36
KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS). Dia diduga terlibat korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun anggaran 2017 dan APBN 2018.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka ZAS selama 20 hari," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/11).

Dia mengungkapkan, ZAS akan menjalani masa penahanan sejak 17 November 2020 sampai dengan 6 Desember 2020. Dia melanjutkan, ZAS akan menghuni rutan Polres Metro Jakarta Timur.

Dalam perkara tersebut, ZAS diduga memberi uang senilai setara dengan Rp 550 juta kepada Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Uang tersebut diberikan dalam bentuk dollar Amerika, dollar Singapura dan rupiah.

"Diberikan pada bulan November 2017 dan Januari 2018," katanya.

Sedangkan untuk perkara kedua, Tersangka ZAS diduga menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta pada November 2017 dan Januari 2018. Gratifikasi itu diberikan dari pihak pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai.

Alexander mengatakan, gratifikasi ini tidak pernah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK sebagaimana diatur di Pasal 12 C UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ZAS diganjar dua pasal dalam dua perkara. Pertama dikenakan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perkara kedua yakni Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perkara yang menjerat ZAS merupakan pengembangan kasus pengurusan DAK. Hingga saat ini, KPK telah menetapkan 12 orang tersangka, termasuk Yaya Purnomo. Dia divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan 15 hari kurungan oleh majelis hakim tipikor Jakarta.


Berita Terkait
  • Laporkan Rektor Unnes ke KPK, Mahasiswa Ini Dipulangkan
  • Mahasiswa Laporkan Rektor Dipulangkan, Ini Kata KPK
  • Istri Nurhadi Diperiksa sebagai Saksi untuk Hiendra Soenjoto
Berita Lainnya
  • Covid-19, Media India Salahkan Muslim dan Jamaah Tabligh
  • Kerumunan Massa di Petamburan, Polda Periksa Tiga Elemen

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

KPK Tahan Wali Kota Dumai Terkait Korupsi DAK

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya