0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

Republika Online
Republika Online - Wed, 20 Jan 2021 13:01
Dilihat: 36
KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa staf ahli istri tersangka mantan menteri kelautan dan perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Ainul Faqih. Dia periksa terkait perkara suap perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

"Dia digali keterangannya terkait dugaan aliran sejumlah uang dalam rekening bank atas nama yang bersangkutan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (20/1).

Ali mengatakan, KPK meyakini uang yang terkumpul dalam rekening tersebut diduga bersumber dari para eksportir benih lobster. Ali melanjutkan, aliran dana itu kemudian dipergunakan untuk berbelanja kebutuhan tersangka Edhy Prabowo.

Pemeriksaan terhadap tersangka Ainul Faqih dilakukan pada Selasa (19/1) lalu. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka sekaligus saksi untuk tersangka Edhy Prabowo dan rekan-rekannya.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo diyakini menerima suap Rp 3,4 miliar. Dana tersebut berasal PT Aero Citra Kargo (ACK) melalui Ahmad Bahtiar dan Amri melalui Ainul Faqih.

PT ACK merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster. Uang tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi Edhy dan istrinya Iis Rosta Dewi, SAF dan APM untuk belanja barang mewah di Honolulu, Amerika Serikat.

Dalam perkara ini, KPK juga mentersangkakan Staf khusus Menteri KKP Safri (SAF) dan Andreu Pribadi Misata (APM), Pengurus PT ACK Siswadi (SWD) serta pihak swasta Amiril Mukminin (AM) sebagai penerima suap. Mereka diduga telah menerima suap sedikitnya Rp 9,8 miliar.

Para tersangka penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara tersangka pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Berita Terkait
  • Periksa Kerabat Dekat, KPK Lacak Keberadaan Harun Masiku
  • Pupuk Indonesia Gandeng KPK Sosialisasikan Aturan Baru
  • Berkas Perkara Terdakwa Gratifikasi CPNS Masuk Pengadilan
Berita Lainnya
  • KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo
  • Brunei Kumpulkan Zakat Rp 150 Miliar Guna Pembangunan Masjid

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

KPK Telusuri Sumber Aliran Dana Suap Edhy Prabowo

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya