0
Thumbs Up
Thumbs Down

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

Republika Online
Republika Online - Fri, 04 Dec 2020 03:20
Dilihat: 53
Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

GENEVA - Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memperingatkan bahwa perubahan iklim akan semakin merusak situs-situs warisan dunia. Gugus karang terbesar di Australia yang telah dinobatkan sebagai warisan dunia oleh PBB, Great Barrier Reef, dan puluhan keajaiban alam lainnya menghadapi ancaman yang parah.

IUCN mencatat, 83 dari 252 situs warisan dunia yang terdaftar oleh UNESCO, badan kebudayaan PBB, sedang dalam keadaan kritis. Sebanyak 16 situs warisan dunia kondisinya kian memburuk sejak tiga tahun terakhir, dan hanya 8 yang telah diperbaiki.

"Situs Warisan Dunia Alami adalah salah satu tempat paling berharga di dunia, dan kami berhutang kepada generasi mendatang untuk melindunginya," kata Direktur Jenderal IUCN, Bruno Oberle seperti diberitakan laman The Gleaner pada Kamis (3/12).

"Perubahan iklim mendatangkan malapetaka pada Warisan Dunia alami, dari menyusutnya gletser, pemutihan karang hingga kebakaran dan kekeringan yang semakin sering dan parah," tambah dia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa situs Great Barrier Reef mengalami pengasaman, penurunan jumlah karangdan menyusutnya populasi spesies laut. Situs ini menjadi satu dari empat lokasi di Australia yang berada di bawah ancaman paling tinggi.

Great Barrier Reef Australia, terumbu karang terbesar di dunia berpotensi alami pemutihan terbesar. - (republika)


Pulau-pulau kawasan lindung di Teluk California juga telah masuk dalam daftar "kritis". Taman Nasional Garajonay Spanyol, Taman Nasional Olympic di Amerika Serikat, dan Cagar Biosfer Kupu-kupu Raja Meksiko termasuk di antara situs warisan dunia yang berada di bawah ancaman "sangat tinggi".

Sementara 63 persen dari situs warisan dunia diklasifikasikan dalam kategori "baik" atau "baik dengan beberapa kekhawatiran". Lalu 30 persen masuk kategori "butuh perhatian signifikan" dan 7 persen masuk kategori "kritis".

Dari laporan IUCN disebutkan bahwa perubahan iklim juga akan berdampak pada aktivitas manusia seperti pariwisata, berburu dan memancing, dan penggembalaan ternak.


Berita Terkait
  • Emil Salim Ingatkan Dampak Perubahan Iklim di Indonesia
  • Lelehan Es di Norwegia Ungkap Artefak Berumur 6.000 Tahun
  • Selandia Baru akan Umumkan Darurat Iklim
Berita Lainnya
  • Kemenristek Anggarkan Rp 300 Miliar untuk Vaksin Merah Putih
  • Ngabalin Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda, Kasus Apa?

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

Krisis Iklim Sebabkan 83 Warisan Dunia dalam Kondisi Kritis

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya