0
Thumbs Up
Thumbs Down

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

Republika Online
Republika Online - Fri, 23 Oct 2020 08:11
Dilihat: 33
Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

ANKARA -- Wakil Menteri Luar Negeri Turki menyebut krisis Rohingya sebagai salah satu tragedi paling buruk di zaman modern.

Dalam pertemuan komite menteri tentang Rohingya yang diadakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Selasa, Yavuz Selim Kiran menggarisbawahi bahwa Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB tentang masalah tersebut telah mencatat insiden di Myanmar yang melibatkan niat genosida.

Kiran Dia meyakinkan bahwa Turki terus berupaya untuk menjaga kesadaran akan masalah ini di komunitas internasional dan Ankara tidak akan pernah meninggalkan Rohingya.

Dia menegaskan bahwa kelompok tersebut harus diizinkan untuk kembali ke tanah air mereka dan jika tidak memungkinkan, mereka setidaknya diizinkan untuk pergi ke tempat yang mereka inginkan.

Menekankan pentingnya peran OKI, dia mengatakan badan tersebut harus melanjutkan upaya internasionalnya untuk menjaga Myanmar di bawah tekanan untuk mencapai solusi damai bagi masalah tersebut.

Kiran menambahkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memberikan perhatian khusus pada masalah ini dan meminta anggota OKI untuk membela pencarian keadilan dan membuktikan kepada dunia bahwa Muslim Rohingya tidak sendirian.

Dia juga meminta negara-negara anggota meningkatkan kontribusi keuangan mereka untuk kasus genosida Rohingya, yang saat ini sedang disidangkan di Mahkamah Internasional (ICT), sembari menjaga hubungan dengan Myanmar untuk mempertahankan upaya bantuan bagi kelompok Muslim tersebut.

Komunitas paling teraniaya

Rohingya, yang disebut PBB sebagai kaum paling teraniaya, menderita sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.

Amnesty International mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, sejak pasukan keamanan Myanmar melancarkan serangan ke komunitas Muslim minoritas pada 2017.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sekitar 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh pasukan Myanmar sejak 25 Agustus 2017.

Dalam laporannya yang berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira", OIDA menyebutkan lebih dari 34.000 Rohingya dibakar hidup-hidup, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.

Tak hanya itu, sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar, sedangkan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak.


Berita Terkait
  • Amnesty Internasional Temukan Baru Serangan di Rakhine
  • Parlemen Eropa Tangguhkan Penghargaan Sakharov kepada Suu Ki
  • Sikap Anti Muslim dan Pandemi Corona Ancam Muslim Rohingnya
Berita Lainnya
  • Luis Milla Siap Sambut Timnas U-19 Jika Datang ke Spanyol
  • Bukti Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar RA tak Berkonflik

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

Krisis Rohingya Salah Satu Tragedi Modern Terburuk'

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya