0
Thumbs Up
Thumbs Down

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

Republika Online
Republika Online - Sat, 31 Jul 2021 04:50
Dilihat: 42
Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

- Membahas ulama perempuan Jakarta di masa lalu saya batasi awal waktunya pada setelah kemerdekaan. Dan yang dimaksud dengan ulama perempuan Jakarta adalah bukan hanya mereka yang lahir di Jakarta dan berasal dari suku Betawi, tetapi juga mereka yang lahir di luar Jakarta namun tinggal dan berkiprah di Jakarta.

Dan karena begitu banyak ulama perempuan Jakarta, juga dibatasi ruang penulisannya, maka saya hanya membahas ulama perempuan Jakarta yang kondang atau terkenal saja, tanpa bermaksud mengecilkan peran ulama perempuan Jakarta lainnya.

Yang saya maksud dengan ulama perempuan Jakarta yang kondang adalah ulama perempuan Jakarta yang terkenal di masyarakat umum di Jakarta khususnya, bukan ulama perempuan intelektual yang kiprahnya lebih banyak dan terkenal di kampus atau di kalangan akademisi dan di ormas Islam

Ulama perempuan Jakarta yang kondang banyak berkiprah di bidang dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Mereka tidak hanya memiliki karya sosial, tetapi juga karya intelektual.

Di bidang dakwah, mereka tampil di ruang publik sebagai mubalighah. Seperti Ustadzah Salehah Thabrani, seorang mubalighah kondang di Jakarta selama hampir dua dasarwasa (1950-1960).

Generasi mubalighah kondang Jakarta selanjutnya yang menguasai podium, radio dan televisi adalah Ustadzah Prof Tutty Alawiyah, Ustadzah Dr Siti Suryani Taher dan Ustadzah Siti Romlah Adnan. Sedangkan mubalighah kondang Jakarta di masa kini, di era digital, adalah Ustadzah Hj Dedeh Rosidah yang akrab disapa Mamah Dedeh dan Ustadzah Lulu Susanti.

Ulama perempuan Jakarta yang berkiprah sebagai mubalighah memang masih banyak, masih terus beregenerasi, tetapi yang kondang atau terkenal belum muncul lagi. Ini tentu menjadi tantangan.

Selain berkiprah sebagai mubalighah, ulama perempuan Jakarta di masa lalu juga berkiprah di majelis taklim dan menjadi pendiri majelis taklim. Bahkan popularitas dan jumlah cabang majelis taklim yang didirikan dan dipimpin mereka ada yang mampu mengalahkan majelis taklim yang didirikan dan dipimpin ulama pria dengan manajemen organisasi yang modern.

Seperti Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang didirikan pada 1 Januari 1981 dan dipimpin Ustadzah Dr Tutty Alawiyah. BKMT merupakan organisasi majelis taklim yang lahir dari kesepakatan lebih dari 735 majelis taklim yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


Berita Terkait
  • Wahdah Islamiyah Siapkan Kaderisasi Ulama
  • Ulama Perempuan Jadi Teladan
  • Ikadi: Kaderisasi Ulama Harus Ditingkatkan
Berita Lainnya
  • Emil Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Hak Anak
  • Alla Mousa, Dokter Suriah yang Siksa Penentang Rezim Assad

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

Krisis Ulama Perempuan di Jakarta dan Bagaimana Solusinya?

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya