0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

okezone
okezone - Tue, 21 Jan 2020 17:25
Dilihat: 34

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membebaskan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Pembebasan ini dilaksanakan sebelum kapal tersebut diproses ke ranah hukum oleh aparat Malaysia.

Pembebasan tersebut ditempuh melalui aksi cepat dan negosiasi yang tidak mudah.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP, Pung Nugroho Saksono yang memimpin langsung proses negosiasi ini mengisahkan langkah-langkah negosiasi yang dilakukan oleh Tim Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP.

Kapal Motor (KM) Abadi Indah sebelumnya ditangkap oleh aparat APMM karena dituduh menangkap ikan di wilayah yang diklaim sebagai bagian dari landas kontinen Malaysia pada 5 Januari 2020. Mereka kemudian langsung dibawa ke wilayah perairan di barat Pulau Jarak Malaysia untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pada saat kapal tersebut dibawa ke Pulau Jarak-Malaysia, kami mendapat notifikasi dari pihak APMM dan secara cepat kami langsung lakukan klarifikasi melalui data hasil pemantauan KM. Abadi Indah yang ada di Pusat Pengendalian Ditjen PSDKP," jelas Ipunk-sapaan Pung Nugroho-dalam rilis yang diterima Okezone, Selasa (21/1/2020).

Berbekal data pergerakan KM Abadi Indah melalui Vessel Monitoring System (VMS) atau Sistem Pemantauan Kapal Perikanan, Tim Ditjen PSDKP berkoordinasi dengan pihak APMM yang juga menyajikan data tracking (pelacakan-red) melalui Marine Traffic Unit (MTU) dari Kapal Maritim Tugau (Kapal Pengawas APMM).

Proses negosiasi ini berjalan tidak mudah karena APMM mengidentifikasi bahwa KM. Abadi Indah melakukan pelanggaran penangkapan ikan di dalam landas kontinen.

"Kalau melihat hasil plotting posisi KM Abadi Indah pada saat terdeteksi dan ditangkap oleh KM Tugau memang sangat tipis sekali," kata Ipunk.

"Namun kami berargumen bahwa perbedaan hasil tracking tersebut disebabkan kedua negara belum menyepakati penggunaan metode tracking yang sama sebagai diamanatkan oleh hasil review pertemuan kelima dari MoU Common Guideline. Selain itu kami juga berargumen bahwa kapal ini drifting secara tidak sengaja," lanjut Ipunk.

Dengan argumentasi tersebut, Tim Ditjen PSDKP kemudian menawarkan opsi request to leave kepada APMM agar KM. Abadi Indah dilepaskan dari proses penahanan.

Opsi ini memang memungkinkan mengingat adanya skema Common Best Practices (CBP) yang menjadi turunan dari MoU Common Guideline. Namun opsi tersebut tidak langsung diterima oleh aparat APMM.

"Sempat ada kesulitan ketika kami mengajukan request to leave pada APMM karena tracking MTU mereka menguatkan upaya penangkapan yang mereka lakukan," papar Ipunk.


Sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya, upaya negosiasi terus dilakukan oleh Tim Ditjen PSDKP agar KM Abadi Indah dapat dilepas.

Sumber: okezone

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

Kronologi KKP Membebaskan 15 Nelayan Indonesia dari Malaysia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya