0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Republika Online
Republika Online - Wed, 26 Jan 2022 14:51
Dilihat: 273
Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

JAKARTA -- Salah satu marketplace non-fungible token (NFT), OpenSea, saat ini makin populer di Indonesia. Hal itu tak terlepas dari ramainya pemberitaan tentang Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang. Di platform tersebut, Ghozali menjual NFT berupa swafotonya yang diambil selama lima tahun terakhir dan sukses meraup miliaran rupiah.

Warganet lain pun mencoba mengejar peruntungan serupa dengan menjual NFT di OpenSea. Namun, mereka tidak hanya menjual karya seni, ada yang menjual menu makanan Indonesia juga seperti ayam geprek dan seblak. Bahkan, ada juga yang menjual baju dan kartu tanda pen duduk (KTP).

Seketika, OpenSea yang awalnya merupakan platform untuk memasarkan karya seni digital pun berubah bak platform belanja daring. Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ASBI) Asih Karnengsih menanggapi fenomena yang terjadi di OpenSea.

Menurut Asih, hal tersebut terjadi karena pemahaman mengenai apa itu NFT masih sangat minim. Jadi, orang menganggap NFT itu seperti seakan-akan bisa menjual apa pun yang tadinya tidak berharga menjadi berharga.

Padahal, menurut Asih, NFT itu memiliki makna yang lebih. Dia memberi penggambaran singkatnya seperti membuat hak cipta terhadap suatu karya atau suatu aset digital yang dibuat oleh seseorang. "Jadi, sesuatu yang seperti digital, kita NFT-kan atau kita buat dalam bentuk NFT, dalam arti kita patenkan bahwa ini adalah karya saya," kata Asih saat dihubungi Republika, pekan lalu.

Menurut dia, akan jadi tidak sesuai dengan karakter asli NFT apabila kemudian yang dijual adalah makanan dan KTP. "Aku rasa anomali ini disebabkan karena kurangnya literasi, kurangnya pemahaman, dan kembali ini karakter di setiap negara. Rasanya tidak hanya di Indonesia saat ada sesuatu yang baru dan menarik akhirnya coba-coba," ujarnya.

Selain kurangnya literasi, mengikuti tren bisa menjadi penyebab anomali tersebut. Menurut dia, karena masih bagian dari dunia kripto, harga yang sewaktu-waktu bisa melonjak tinggi juga menjadi salah satu penyebab OpenSea menarik perhatian banyak orang.


Berita Terkait
  • Bigtime NFT Game dan Marketplace yang Sedang Viral 2022!
  • NFT Nirvana akan Dilelang untuk Rayakan HUT Kurt Cobain
  • Kejutan Ghozali Everyday dan 5 Kelebihan Open Sea
Berita Lainnya
  • Pesantren Tahfidz Fathan Mubiina Putri Hidayatullah Gelar Wisuda Khotmil Quran
  • Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

Kurang Literasi Buat Banyak Orang Salah Kaprah tentang NFT

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya