0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

inilahcom
inilahcom - Fri, 24 Jan 2020 22:14
Dilihat: 31
Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

Jakarta - Mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas sikap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, soal saat ditanya awak media soal bendera Aceh di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/1/2020) lalu.

Hal tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kesepakatan damai yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah RI dan GAM yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

"Kita sangat kecewa terhadap sikap Mahfud MD yang menunjukkan dia tidak menguasai permasalahan yang terjadi di Aceh. Ini menandakan dia bukan seorang negarawan yang bijak, dan sama sekali tidak paham suasana kebatinan masyarakat Aceh yang menginginkan MoU Helsinki dilaksanakan secara menyeluruh," kata mantan Wakil Panglima GAM dan Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar, lewat keterangannya, Jumat (24/1/2020).

Video sikap ketus Mahfud MD tersebut beberapa hari terakhir ini memang tersiar di televisi lokal Aceh maupun nasional. Sikap Mahfud itu dianggap sangat tidak simpatik dan kurang bijak.

Sikap protes ditunjukkan beberapa mantan Panglima GAM di berbagai wilayah. Sarbaini, mantan Panglima GAM Wilayah Singkil bahkan minta GAM secara kelembagaan mempertanyakan respons Mahfud MD ini.

"Sikap ketus Mahfud MD jelas menunjukkan bahwa RI sepertinya sedang memainkan politik tarik ulur dengan rakyat Aceh soal bendera dan kewenangan Aceh lainnya di bidang politik. Maka rakyat Aceh juga harus memiliki sikap segera," ujar Sarbaini.

"Hana mungken tapreh boh ara anyot (tidak mungkin menunggu buah ara hanyut),' kata Sarbaini lagi.

Sarbaini bahkan berharap DPR Aceh segera mengambil sikap dan memperjelas status kewenangan Aceh terhadap pemerintah pusat.

"DPR Aceh harus mempertegas hal ini dengan pemerintah pusat. Kalau masih komit soal MoU Helsinki, maka beri batas waktu untuk segera merealisasi. Kalau tidak ada berarti mereka berbohong selama ini, maka kami juga akan bersikap," kata Sarbaini berapi-api.

Namun sikap emosional dan amarah mantan pimpinan GAM tersebut dicoba diredam oleh pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono yang juga pemegang amanah dari Wali Nanggroe Aceh dan tokoh-tokoh GAM untuk mengomunikasikan aspirasi masyarakat Aceh kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya memahami kemarahan dan kekecewaan saudara-saudara saya di Aceh, karena memang komentar dan sikap Menkopolhukam kurang bijak. Namun demi kemaslahatan dan kepentingan lebih luas masyarakat Aceh untuk masa sekarang dan yang akan datang, saya mohon para mantan pimpinan GAM menahan diri untuk tidak mengambil tindakan apa pun. Biarlah saya yang akan menjalankan amanah yang saya terima dari Wali Nanggroe Aceh untuk saya komunikasikan langsung dengan Presiden Jokowi," kata Suhendra.

Suhendra meyakini sikap Mahfud MD itu tidak merepresentasikan sikap resmi pemerintah pusat. "Saya masih sangat percaya terhadap sikap dan niat baik Bapak Presiden untuk menyelesaikan masalah Aceh ini dengan sebaik-baiknya," ujar Suhendra.

Lebih lanjut Suhendra berharap semua pejabat negara di pemerintah pusat untuk berhati-hati dan menahan diri serta bijak dalam memberikan komentar tentang Aceh agar tidak menimbulkan resistensi dari masyarakat Aceh yang sedang sensitif. Suhendra berharap para pejabat negara memahami implikasi dari suatu komunikasi publik sehingga tidak menyulitkan posisi Presiden Jokowi. [adc]

Sumber: inilahcom

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

Mantan Pimpinan GAM Mengaku Kecewa, Ini Alasannya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya