0
Thumbs Up
Thumbs Down

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

Nusabali
Nusabali - Fri, 12 Aug 2022 13:19
Dilihat: 109
Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang
"HIPMI Bali mengapresiasi langkah Pak Gubernur, Bank Indonesia, dan OJK yang sangat luar biasa dalam memperhatikan percepatan pemulihan perekonomian Bali," kata Agus Pande Widura, Jumat (12/8/2022).

Seperti diketahui pada Kamis (11/8/2022), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bertemu langsung dengan Gubernur Bali Wayan Koster. "Suatu yang luar biasa, Ketua OJK langsung ke Bali untuk bertemu pemerintah dan stakeholder terkait," puji Agus Pande Widura.

Pengusaha yang akrab disapa APW itu menekankan dua hal dari hasil pertemuan tersebut. Dua hal itu meliputi batas akhir restrukturisasi dan implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27 Tahun 2022.

PMK 27/2022 mengamanatkan tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi Melalui Badan Usaha Penjaminan yang Ditunjuk Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Khusus restrukturisasi, ia menilai batas akhir di tahun 2023 sangat tidak berpihak bagi Bali.

"Nasional memang pertumbuhannya sudah positif. Namun Bali ibaratnya masih sempoyongan, tetapi sudah dipaksa untuk berlari. Dan jika restruktusasi dicabut tahun 2023 sangat berbahaya bagi perekonomian Bali," sorot Agus Pande Widura.

Oleh karena itu, pemerintah bersama stakeholder terkait mengusulkan adanya perpanjangan masa restrukturisasi hingga tahun 2025.

"Tentu harapan kami dengan diperpanjangnya restrukturisasi, bisa juga diikuti dengan perpanjangan tenor pinjaman kami. Sehingga para pengusaha ada nafas tambahan untuk beberapa tahun ke depan. Karena memang data menunjukkan, Bali baru akan diposisi pra-pandemi Covid-19 itu sekitar tahun 2024 atau 2025," ucapnya.

Menyinggung PMK Nomor 27 Tahun 2022, APW mengaku regulasi itu belum bisa terealisasi di Bali. Salah satunya dibuktikan dari belum adanya pengusaha yang berhasil mengajukan tambahan kredit bermodal PMK tersebut.

Perbankan dinilai sangat berhati-hati menyetujui tambahan modal kerja yang diajukan pengusaha di Bali. "Ketua OJK berjanji akan mengawal PMK 27/2022 ini," sebut Agus Pande Widura.

Pertumbuhan perekonomian Bali pada Triwulan II-2022 tercatat 3,04 persen secara year on year (yoy). Namun tertinggal jauh dibandingkan pertumbuhan nasional yang mencatat angka 5,44 persen.

Dalam pertemuan di Jayasabha, Kamis lalu, Ketua OJK Mahendra Siregar tak sendirian, namun hadir pula Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesodibjo serta Sekretaris Eksekutif Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) Raden Pardede.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dan Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto.

Sumber: Nusabali

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

Masih Sempoyongan, HIPMI Bali Minta Restrukturisasi Diperpanjang

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya