0
Thumbs Up
Thumbs Down

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

Republika Online
Republika Online - Thu, 09 Sep 2021 20:46
Dilihat: 55
Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

JAKARTA -- Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, dr. Riskiyana Sukandhi Putra, MKes mengajak masyarakat memperbaiki gaya hidup dengan berolahraga. Olahraga bantu meningkatkan kekebalan tubuh hadapi pandemi.

"Kalau kita tidak perbaiki, tidak ada kegiatan fisik, pasti kekebalan kita menurun, jika itu terjadi risiko Covid-19 jadi ancaman," kata Riskiyana dalam webinar kesehatan, Kamis (9/9). Dia mengingatkan orang-orang untuk tidak abai protokol kesehatan ketika kasus Covid-19 tengah menurun, sebab keteledoran yang dibiarkan bakal berdampak pada naiknya lagi tingkat infeksi virus corona.

Dikutip dari laman Kemenkes, per 31 Agustus total vaksinasi dosis pertama sebanyak 63.265.720 atau (30,49 persen), vaksinasi dosis kedua adalah 36.050.866 atau (17,31 persen) dan vaksinasi dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan telah mencapai 640.532 atau (43,61 persen). Bila masyarakat gagal mengadopsi gaya hidup sehat dengan olahraga secara teratur, risiko yang mengancam bukan cuma gelombang kasus baru, tetapi masalah penyakit tidak menular yang diakibatkan gaya hidup sedenter.

"Kalau bisa menerapkan olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur, risiko komorbid saat pandemi bisa berkurang," ujar dia. Upaya pembudayaan aktivitas fisik selama pandemi berlangsung dengan berbagai cara kreatif, termasuk olahraga virtual di mana individu melakukannya di tempat masing-masing sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

Untuk memeriksa kebugaran secara mandiri, dia mengajak masyarakat untuk mengunduh dan memakai aplikasi SIPGAR. Aplikasi ini mencatat pemeriksaan kondisi fisik seseorang dalam kurun waktu tertentu dengan Metode Rockport. Rockport adalah pengukuran kebugaran jantung paru yang merupakan salah satu komponen terbesar yang mempengaruhi kebugaran seseorang.

"Kurang dari 15 menit untuk tahu kebugaran kita seperti apa, nanti ada saran kegiatan fisik apa yang kita harus lakukan," kata dia mengenai aplikasi yang sedang dikembangkan.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Leny Pintowari, SpKO, mengatakan berolahraga bisa membuat diri merasa bahagia. Sebab, tubuh mengeluarkan hormon endorfin setelah berolahraga, hormon yang membuat manusia merasa senang dan nyaman.

"Rasa senang ini mempengaruhi psikis, semangat hidup jadi naik dan lebih gembira. Kesehatan mental jadi lebih baik," jelas dia.



Berita Terkait
  • Olahraga Malam Jangan Mepet Jam Tidur, Ini Alasan Dokter
  • KPU Adopsi Prokes Pilkada 2020 untuk Pemilu 2024
  • DIY Akui Berat Capai Target 7 Persen Angka Kemiskinan
Berita Lainnya
  • Desa Gegesik Kulon Masuk Kategori 50 Desa Wisata Indonesia
  • Desa Gegesik Kulon Masuk Kategori 50 Desa Wisata Indonesia

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

Masyarakat Dianjurkan Berolahraga untuk Menghadapi Pandemi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya